Oknum Karyawan PTPN V Diduga Mengelola DAS, LSM PERKARA: Sangat Disesalkan Ketua SP-BUN tidak Ada Tindakan

Pekanbaru, Radar Metro Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh team investigasi LSM PERKARA Provinsi Riau, bahwa penanaman Kelapa Sawit d...


Pekanbaru, Radar Metro

Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh team investigasi LSM PERKARA Provinsi Riau, bahwa penanaman Kelapa Sawit di area Daerah Aliran Sungai (DAS) PTPN V, Kebun Sei.Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, ternyata sebagian besar diduga dari oknum Karyawan dan eks Karyawan PTPN V itu sendiri.


Sementara peraturan dari SP-BUM melalui Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tidak dibenarkan karyawan berbisnis, apa lagi membuka kebun di kawasan DAS PTPN V. Seharusnya pihak SP-BUN dapat mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang tidak lain adalah dibuat oleh PTPN V sendiri.


"Sangat disesalkan, kenapa tidak ada perhatian atau pun tindakan dari Ketua SP-BUN yang mana harus menerapkan aturan PKB tersebut. Ini sudah jelas melanggar aturan PKB dan juga UU tentang DAS," kata Ketua LSM PERKARA Riau, Freddy H, SE kepada Awak Media. Jumat, (19/3/2021) di kantor DPD LSM PERKARA Riau, jalan Rambutan, Kota Pekanbaru.


Pada hari yang sama di suatu tempat, sumber informasi media ini yang merupakan eks Karyawan PTPN V yang meminta identitasnya tidak dipublikasi mengungkapkan bahwa, pengelolaan DAS dalam kawasan HGU PTPN V sudah berlangsung lama. Sampai saat ini, bahkan para oknum Karyawan dan eks Karyawan PTPN V sebagian sudah memiliki Sertifikat dari Camat atas kepemilikan Lahan di kawasan DAS tersebut.


"Saya tahu persis apa saja yang terjadi di PTPN V ini, karena saya memang mantan Karyawan dari sana. Soal pengelolaan DAS, itu benar adanya. Mayoritas oknum yang mengolah Lahan DAS itu adalah Karyawan dan eks Karyawan PTPN V. Sebagian mereka sudah memiliki Sertifikat di atas kawasan DAS sejak tahun 2005. Saat ini, kalau tidak salah Ketia SP-BUN-nya, Purba," ungkap sumber terpercaya itu.


Lebih jauh sumber tersebut mengungkapkan bahwa, para oknum Karyawan dan eks Karyawan yang mengelola DAS tersebut, mereka berdomisili di sekitar Kebun PTPN V Sei.Galuh. Bahkan ada yang membuka usaha di bidang Pendidikan, yaitu MDA di sekitar kawasan Kebun Sei.Galuh.


"Oknum petinggi PTPN V seharusnya tidak membiarkan hal ini terus terjadi, tapi sepertinya hanya pura-pura tidak tahu karena diduga ada kepentingan, maka terjadilah pembiaran berkelanjutan. Disini lah timbul kecurigaan adanya indikasi korupsi atas pengelolaan pengambil-alihan Tanah, Lahan milik Negara. Ini harus jelas ketentuan hukumnya," ujar sumber media ini.


Bahkan, tambahnya lagi, bukan satu persoalan saja yang terjadi di Kebun PTPN V Sei.Galuh itu, terkait dengan Tukar Guling Lahan seluas 240 Hektar di Mataram (Desa Sei.Putih dan di Desa Pantai Cermin) oleh warga Petani dengan PTPN V. Tentu ada syarat yang harus disediakan.


Dalam hal ini pihak PTPN V telah mengucurkan anggaran sekitar Rp385 juta kepada KUD yang diketuai Suhada dan Sekretaris Miskun, untuk biaya pengurusan Sertifikat Lahan milik warga sebanyak 120 orang (KK). Namun hingga saat ini, tidak tuntas. 


"Sementara warga Petani sangat membutuhkan kerja extra dari pengurus KUD guna untuk mendapatkan Sertifikat Tanah mereka. Dana yang diterima KUD mungkin sudah habis, sementara Sertifikat Lahan Warga, belum juga diselesaikan. Sedangkan total anggaran dari PTPN V sekitar Rp900 juta, namun belum semuanya dicairkan karena tidak ada laporan progres dari KUD," ungkapnya.


Dari hasil keterangan Ketua dan Sekretaris KUD atas wawancara yang dilakukan team awak media di rumah Suhada dan rumah Miskun tahun 2020 lalu. Ketua dan Sekretaris KUD ini mengaku bahwa, anggaran yang mereka terima Rp345 juta, bukan Rp385 juta. "Dana yang kami terima dari PTPN V hanya Rp345 juta, bukan Rp385 juta," ungkapnya.


Ketika ditanya hasil realisasi anggaran itu dan apa saja yang telah dicapai, Suhada dan Miskun mengaku belum tercapai urusan Sertifikat Tanah Petani. "Sertifikat belum selesai, sedangkan data warga baru 30 surat KK yang terkumpul, sedangkan 90 orang lagi masih dalam penelusuran. Kami mengalami kesulitan karena sebagian orang sudah pindah dan ada yang sudah Meninggal," jelas Miskun.


Terkait dengan pengelolaan, realisasi dan sisa anggaran dana sebesar Rp345 juta, Sudaha menjelaskan bahwa, dana itu sebagian besar dihabiskan untuk biaya operasional pihak-pihak yang turut membantu mengurus Sertifikat Lahan itu ke Notaris, Camat, BPN dan ke PTPN V. "Dananya tinggal sedikit lagi lah sisanya dan ada di tangan pak Miskun," kata Suhada.


Usai dari rumah Sudaha, team bergerak menuju rumah Miskun. Dari keterangan Miskun, ada beberapa pihak atau oknum yang turut memanfaatkan dana dimaksu. "Sisa uangnya tinggal Rp90 juta karena habis untuk biaya ini dan itu, ada aliran ke Pengacara Kondang, LSM, BPN dan bahkan ke oknum dari PTPN V Pusat di Pekanbaru," ungkap Miskun.


"Mengenai pengurusan Sertifikat, baru 30 surat yang berhasil kami kumpul. Sedangkan sisa dana tinggal Rp90 juta, sebagian ada di tangan Suhada. Selebihnya untuk permintaan Pengacara Kondang dari Jakarta yang menawarkan pengurusan Sertifikat ini, ke BPN, ke LSM dan ke PTPN V melalui perantaranya," beber Miskun.


Terkait persoalan pengelolaan kawasan DAS oleh oknum Karyawan dan eks Karyawan PTPN V, awak media ini pernah melakukan konfirmasi kepada pihak petinggi manajemen Kebun dan PKS Sei.Galuh pada November 2020 tahun lalu. Namun pihak Kebun dan PKS Sei.Galuh belum memberikan klarifikasi secara detail atas persoalan yang terjadi. Berikut ini adalah konfirmasi kepada pihak Kebun dan PKS PTPN V Sei.Galuh:


Selamat pagi pak Syamsul Rizal Mohon izin pak, kami dari Team Investigasi yang tergabung dalam Team LSM PERKARA Riau. Team terdiri dari Media dan LSM..


Kami mau tanya pak, apakah TBS dari kawasan DAS Sei.Galuh dijual ke PKS Sei.Galuh atau dijual di luar ya pak?


Sebelumnya kami sdh menjumpai Asum Kebun Sei.Galuh, Yusdi Hadi. Kami juga sdh konfirmasi ke Asist.PKS, Fahmi yang kemudian mengarahkan kami ke Manejer Pemb.Bahan Baku TBS PKS pak Lubis, ke Askep Pemb.TBS Wilayah Timur, Kastiar.


Mohon klarifikasinya ya pak, guna untuk kepentingan publikasi di media kami. Demikian konfirmasi tertulis yang diajukan awak media ini sebelumnya melalui pesan short message service, namun tidak direspon oleh sebagian pihak seperti disebutkan di atas.


Diberitakan sebelumnya di salah satu media. Dari hasil investigasi lapangan Team DPD LSM PERKARA Provinsi Riau sejak  bulan November, Desember Tahun 2020 dan bulan Januari Tahun 2021 terkait dengan pengelolaan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di dalam Konsesi HGU PT.PN V Kebun Sei.Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.


Dalam investigasi tersebut, didukung dengan Dokumentasi lapangan seperti foto Kebun Kelapa Sawit yang baru saja ditanam hingga ke bibir Sungai. Terutama Bibit Pohon Kelapa Sawit yang di tanami tepat mulai dari bibir Sungai Tapung di kasawan Jalan dan Jembatan keluar masuk dari kantor Kebun Sei.Galuh.


Penanaman Kelapa Sawit ini, tanpa jarak dari bibir Sungai Tapung. Dari lahan kebun hingga ke bibir Sungai sekitar kurang lebih 100 meter. Diduga kuat, pengelolaan kebun di kawasan DAS ini melibatkan oknum baik mantan Karyawan maupun Karyawan aktif PTPN V Sei.Galuh.


Sebagaimana informasi dari keterangan sumber dipercaya dari PTPN V Kebun Sei.Galuh saat memberikan keterangan kepada Team LSM PERKARA Riau bulan Januari 2021 lalu bahwa, pihak yang terlibat dalam pengelolaan DAS adalah para Karyawan aktif dan eks Karyawan Kebun Sei.Galuh.


Dikatakan sumber itu, seharusnya pihak Pimpinan maupun manajemen PTPNV dari kantor Pusat di Pekanbaru, mengambil tindakan tegas untuk menindaklanjuti masalah ini. Apa lagi kebun Sawit yang dikelola berada di dalam kawasan HGU PTPNV sendiri, atau jangan-jangan ada setoran ke oknum yang ada di Pusat?


Sementara sebelumnya, Tem LSM PERKARA Riau telah menemui Asum Kebun Sei.Galuh, Yusdi Hadi untuk mengambil keterangan terkait pengelolaan DAS oleh oknum tertentu. Ketika itu, Yusdi menegaskan bahwa larangan untuk tidak dikelola DAS benar adanya, namun para oknum itu tidak mengindahkannya.


Berikutnya, team kembali turun untuk menemui Manejer Kebun, namun Asum beralasan, tidak bisa menerima kedatangan team, karena sedang mendampingi Kadis Kehutanan Riau dan Kadis DLHK Riau yang sedang melakukan Sidak lapangan. Saat ditanya ke'esokan harinya kepada Asum Yusdi, apa hasil dari Sidak lapangan oleh Dishut dan DLHK Riau? Namun Yusdi tidak mau memberikan keterangan apa pun.


Sedangkan batas penanaman Kelapa Sawit sesuai aturan, harus diberi jarak dari bibir Sungai sepanjang 50 meter (kiri-kanan) Sungai. Justeru yang terjadi di Kebun PTPNV Sei.Galuh, tidak ada jarak dari Sungai. Keterangan sementara dari Asum Sei.Galuh, kurang lebih luas DAS 4.500 meter per segi dan sebagian sedang dikelola oleh oknum.


Pada bulan Januari 2021 lalu, Ketua LSM PERKARA Riau melalui Team LSM PERKARA Riau kembali menjumpai Manajer Kebun PTPNV Kebun Sei.Galuh, Manalu. Namun sangat disayangkan, meski pun Manejer ada di tempat, tapi tidak bersedia menemui team dengan alasan sedang mengikuti rapat bersama manajemen Kebun Sei.Galuh. Akhirnya team kembali ke Pekanbaru tanpa mendapatkan keterangan Manejer.


Diduga salah satu Karyawan PTPN V aktif yang turut mengelola DAS Kebun Sei.Galuh berinisial, HR. Hingga saat ini, HR masih menggarap kawasan DAS yang berada di dalam konsesi HGU PTPN V. Bukan hanya HR, tetapi sesuai keterangan dari salah satu Karyawan bahwa, beberapa Karyawan aktif dan pensiunan juga terlibat menggarap Kawasan DAS itu.


"Ada apa dengan oknum Pimpinan serta manajemen PTPN V hingga membiarkan penggarapan DAS ini berlarut-larut, apakah pengelolaan DAS itu tidak melanggar hukum serta tidak menimbulkan kerugian Negara? Sebab DAS yang dimaksud adalah Lahan milik Negara yang harus dilestarikan dengan ditanami pepohonan atau tanaman keras, bukan Kelapa Sawit. Kiranya ini menjadi perhatian kita bersama," tegas Fredy kepada media ini, Selasa (11/2/2021) lalu.


Fredy menambahkan, terkait dengan pembebasan lahan di kawasan DAS konsesi HGU yang saat ini digarap beberapa oknum Karyawan baik yang aktif maupun eks Karyawan, seharusnya itu tidak perlu dilakukan oleh PTPN V karena DAS tetap dijaga dan dilestarikan. "Ada apa dengan PTPN V membebaskan sebagian kawasan DAS, ini kepentingan siapa, apakah DAS tersebut dijadikan Kebun Inti?," tanya Fredy.


Kasubbag Legal Aset PTPN V Riau, Jonson Apri Alam, SH yang dikonfirmasi awak media di kantor PTPN V Riau, Rabu (10/2/2021) mengatakan, DAS yang berada di dalam konsesi PTPN V benar memang dikelola oleh sejumlah oknum karyawan PTPN V, meski sudah dilarang namun tidak mengindahkannya.


Seharusnya, kata Jonson, kawasan DAS tidak boleh dikelola, apa lagi ditanami Sawit. Sebab PTPN V sudah ada RSPO, kalau saja ini ketahuan dengan RSPO, maka semua tanaman lunak atau yang bukan tanaman keras di kawasan DAS harus ditebang.


"Sebelumnya Direksi telah menerbitkan surat larangan di Kebun PTPN V Sei.Galuh agar kawasan DAS di dalam konsesi HGU PTPN V tidak diolah atau digarap secara illegal. Sebab apa pun kondisinya tidak bakalan dikeluarkan Izin-nya. Kantor Pusat PTPN V meminta agar Unit Kebun Sei.Galuh segera melaporkan ini ke Pemerintah untuk segera dilakukan tindakan tegas," kata Jonson.


Jonson menambahkan bahwa, DAS saat ini seluas 106 Hektar dan 29,5 Hektar di antaranya telah dibebaskan. "Dahulu saat pembukaan kebun pada tahun 1995, kawasan DAS sudah disiapkan 50 meter kiri-kanan Sungai, sekarang justeru malah terjadi penanaman hingga ke bibir Sungai, ini sudah tidak benar. Kita tunggu laporan Unit Kebun Sei.Galuh ke Pemerintah," pungkas Jonson.


Sebelumnya pihak DLHK Kampar dan DLHK Riau, termasuk Dinas Kehutanan dan Dinas Perkebunan yang berkali-kali dilakukan upaya konfirmasi, namun selalu tidak berada di tempat, seakan bungkam dan membiarkan hal ini terjadi. Apakah ada unsur kepentingan oknum Dinas terkait, publiklah yang akan menilainya. (bw)

COMMENTS

Nama

(Lombok Tengah),82,(Praya Tengah,3,5erkini,1,a,1,Aceh,116,Aceh barat,1,Aceh singkil,22,ACEH TENGAH,3,aceh timur,5,Aceh Utara,8,adepura,1,agam(Sumbar),17,Ambon,1,Amuntai,1,anambas-kepri,15,ANTERO,1,Artikel,2,asahan,1,ASMAT,1,badau(kalbar),1,badung,1,bagansiapiapi,2,Balai Karangan,1,balai pungut Pinggir,1,balai raja pinggir,2,balangan,1,Bali,6,Balikpapan,2,Banda Aceh,28,bandar lampung,10,Bandung,67,Banggai,2,Banggai Kepulauan,1,Bangka belitung,5,bangkinang,1,Banjarbaru,1,banjarmasin,6,Banjarnegara,2,banten,9,Banyumas,4,Banyuwangi,19,bappenas,6,barabai,1,BARABATU PANGKEP,1,Barito utama,1,barito utara,1,barru,1,batam,413,batang,137,BATAVIA,1,Bathin Salopan,11,Batu Ampar,2,Batu Panjang Rupat,4,batubara,11,Batunyala,1,beirut,1,bekas,1,Bekasi,40,belawan,3,belitang,1,bengkalis,160,bengkayang,35,bengkulu utara,6,BERAU,4,berita terkini,565,Bima,1,binjai,2,bintan,108,Bireuen,176,bisnis,4,Blitar,1,BLORA,37,Bobong,1,Bogor,29,bojonegoro,1,bolmong,1,Bolmut,2,bondowoso,63,boven digoel,1,boyolali,1,Brang Ene(Sumbawa Barat),10,brebes,6,BUKITTINGGI,19,BULUNGAN,1,buol,2,Business,1,Calang,1,ciamis,4,Cianjur,21,Cikampek,1,Cikarang,6,cilacap,9,Cilegon,4,cimahi,1,Cirebon,14,dabo singkep,1,daera,3,Daerah,291,dairi,1,Deli Serdang,5,Denpasar,7,depok,70,dewan pers,1,Donggala,4,DPI,2,DPRD Bekasi,28,DPRD Kab. Bekasi,11,dumai,21,Dungun Baru Rupat,1,duri,7,duri barat,1,Duri(Mandau),71,Ekonomi,57,entikong,27,Garut,84,Geragai,1,Global,3,Gorontalo,196,Gowa,3,Gresik,9,Gunung kidul,1,Gunung Meriah,1,gunung puyuh,1,gunung sitoli,1,Halmahera Barat,1,hamparan perak,8,Health Info,2,Humas Beltim,3,Humbahas,5,Hutan Panjang(Rupat),4,Indonesia,1,Indramayu,2,informasi,1,INHIL,1,inhu,2,ini,1,Internasional,29,itali,1,jabar,1,Jagoi Babang,1,jakara,3,jakarta,1252,jakarta barat,9,jambi,2,Janapria(Lombok Tengah),14,jateng,2,Jatim,2,Jawa barat,2,Jawa tengah,2,Jayapura,20,Jember,41,Jembrana,1,Jeneponto,5,Jenggik Utara(Lombok timur),3,Jepara,7,Jogja,1,Johannesburg,1,kab,1,Kab Bandung,69,kab. Bandung,6,Kab. Bekasi,31,Kab. Langkat,224,Kab. Mimika,24,kab. musi rawas,113,Kab. Pekalongan,4,kab. pemalang,7,kab. polman,6,Kab. Seluma,39,kab. Subang,2,Kab. Wajo,1,kab.bandung,2,kab.bengkalis,32,kab.keerom(Papua),1,kab.kubu,2,kab.kubu raya(kalbar),539,kab.pemalang,3,Kab.Semarang,2,kab.sintang,22,kab.Tangerang,2,kab.Tegal,78,Kabar Rohul,2,Kabupaten Bireuen-Aceh,26,Kabupaten Pelalawan,1,kalbar,53,Kalembu Kaha(NTT),1,kalideres,1,kalimantan barat,11,kalimantan selatan,1,KALSEL,1,Kalteng,11,Kaltim,4,kampar,39,Kandangan,1,Kao Teluk,1,KAPUAS,3,Kapuas Hulu,8,karanganyar,2,karangasem,1,Karawang,40,Karimun-Kepulauan Riau,128,Katingan,19,kaur,2,Kayong Utara,1,Kebumen,1,Keerom,2,Kementerian PPN/Bappenas,79,kendari,4,KENDARI(SULTRA),35,kepri,111,keprri,5,Keruak(Lombok Timur),2,kerumak,1,ketapang,5,kota pekalongan,4,Kotabumi,1,kotawaringin barat,1,Kotawaringin Timur,1,Kuala Behe,5,Kuala kapuas,11,kuala lumpur,1,Kuala Pembuang,20,kubu raya,30,Kulim Bathinsolapan,2,Kuliner,3,kuningan,1,Kupang,5,Kutai Kartanegara,1,kutim,1,l,1,Lab. Wajo,1,labuhan batu,212,labuhan batu utara,2,labuhan haji,3,Labura,24,Labusel,5,lamboya (NTT),1,lamongan,2,lampok(sumbawa barat),1,lampung,20,Lampung Selatan,7,Lampung Tengah,38,lampung utara,31,lampura,5,landak,6,landak(Kalbar),10,lando(Terara Lombok Timur),1,langkat,10,langsa,1,Lantamal V,807,lantamal x,244,lebak,5,lemo morut,1,lesung batu,1,Lhokseumawe,10,Lhoksukon,3,Limapuluh Kota,5,LINGGA,316,LOBOK TIMUR,1,LOMBOK,1,lombok barat,10,lombok tengah,82,Lombok timur,254,loteng,2,loteng(NTB),5,loteng),1,lubuk pakam,2,Lubuklinggau,33,Lumajang,35,Luwu,3,luwu timur,1,luwu utara,1,Luwuk Banggai,2,Maddaremmeng,1,Madina,1,Madiun,4,magelang,2,magetan,1,Majalengka,341,majene,71,makassar,22,malang,3,Maluku Utara,2,Mamberamo Raya,1,Mamuju,12,mamuju tengah,5,Manado,2,mancanegara,1,Mandau,3,Mandor,1,Manemeng (Sumbawa Barat),4,manokwari,10,marindal,1,maroko,2,Maros,82,mataram,8,mataram(ntb),8,mateng,1,Medan,221,Melawi,6,MELAWI(KALBAR),109,meliau,1,Mempawah,8,Mengkopot,4,menjalin,2,merak,1,Merangin,1,meranti,8,Merauke,2,MESUJI,41,metro lampung,2,MEULABOH,3,Minahasa,1,mojokerto,5,Montong Gading (Lombok Timur),2,Morowali,6,Morowali Utara,2,morut,4,muara,2,Muara Basung Pinggir,4,Muara Enim(Sumsel),59,muara medak,4,muara teweh,1,muba,15,Muko Muko,27,mukomuko,43,mukoq,1,Muna(Sultra),1,mura(sumbawa barat),1,MURATARA,164,murung jaya,1,murung raya,1,musi banyuasin,30,musirawas,16,Nabire,1,nagan raya,3,Nanga Mahap,1,Nanga Pinoh,2,Nasional,40,Natuna(Kepri),23,New York,1,News,187,ngabang,1,Ngawi,2,nias selatan,5,NTB,22,nternasional,1,NTT,1,oku selatan,2,Oku Timur(Sumsel),13,Olahraga,1,opini,7,Otomotif,3,P.SUSU,8,Pacitan,1,Padang,2,padang genting,1,padangsidempuan,3,Palangka raya,41,Palas,1,Palas (Lampung Selatan),3,palelawan,5,Palembang,37,palu,9,Pamekasan,1,Pandeglang,380,Pangandaran,20,Pangkal Pinang,1,pangkalan brandan,1,Pangkep,1,Papua,28,papua barar,2,papua barat,8,parapat,1,Parepare,1,Parimo,6,Pariwisata,31,pasangkayu,9,Pasuruan,4,Payakumbuh,1,pekalongan,41,Pekanbaru,273,pelalawan,1,Pemkab Bekasi,17,PemkaPelalawan,1,Pemkot Bekasi,1,PEN Sdm,1,Pendidikan,51,Pengumuman,5,peristiwa,75,Pessel,1,Pidie,1,pidie jaya,2,Pilkada,6,pinggir,7,polda kalbar,1,Polda Kalteng,3,Polewalimamdar,1,Polewalimandar,3,Polhukam,158,politik,13,Polman Sulbar,32,polres Pekalongan,248,polres Sekadau,488,Polsek Belitang,21,Polsek Belitang Hulu,3,polsek Sekadau,3,Polsek Sekadau Hilir,5,Polsek Sekadau Hulu,6,Ponorogo,2,Pontianak,13,pontianak(kalbar),142,Poso,1,praya,2,pringsewu,1,Probolinggo,1,prov. Aceh,1,Prov.Papua,1,pulang pisau,2,puplis,1,Purwakarta,4,purwokerto,1,Purworejo,1,Pyongyang,1,rada,2,radar metro,900,ragam,5,rambah samo,2,ranai.,2,Randublatung,3,Rasau Jaya,2,Regional,31,Rembang,1,Riau,27,rimo,1,Rohil,5,ROHUL,7,rokan hilir,2,Rokan Hulu,116,rundeng,1,rupat,66,rupat utara,69,Sabas,1,saham,1,sakra barat,2,Sakra(Lombok Timur),4,Salatiga,1,samalanga,1,samarinda,9,sambas,36,sampang,42,sampit,4,sanggau,210,satbrimob,1,Sebanga Pinggir,2,sekadau,71,sekayam,8,selebritis,8,selong,1,selopan,4,seluma,5,Seluma Utara,1,Semarang,16,seputihbanyak,1,serang,38,serdang bedagai,1,siak,15,siak hulu,1,Sidoarjo,17,sidrap,1,Sigi,23,Simalungun,42,simeule,1,singkawang,18,singkil,2,sintang,12,slawi,2,Sleman,4,solapan,1,solo,1,Solok selatan,1,Soppeng,2,sorong,2,sorong selatan,18,stabat,26,subang,23,subulussalam,124,suka Makmue,1,Sukabumi,59,Sulawesi Selatan,1,sulbar,1,sulsel,3,sULTENG,5,Sulut,1,Sumba Barat(NTT),8,sumbar,6,sumbawa,1,sumbawa barat,8,Sumedang,4,Sumenep,79,Sumsel,5,sumut,3,sungai kakap,3,SUNGAI RAYA,1,Surabaya,29,takalar,1,Taliabu.,43,taliwang(Sumbawa Barat),8,tambang,1,tanah datar,1,tanah jawa,2,tangerang,7,Tangerang Selatan,2,Tanjabtim,6,Tanjung agung,1,tanjung balai,1,tanjung batu,1,TANJUNG MEDANG,9,TANJUNG PINANG,3,tanjung pinang (Kepri),411,tanjung punak,3,tanjung selor,3,tanjung uban,14,TANJUNGPINANGKEPRI,1,Tapanuli Selatan,739,tapteng,2,TAREMPA(KEPRI),2,Tasikmalaya,18,tayan hilir,1,tayan hulu,3,tebing tinggi,135,Technology,12,Teekini,1,tegal,18,teluk kapuas,1,temajuk,2,Terindikasi,1,Terintegrasi,1,Terjini,1,Terk,1,TERKI,2,Terki i,1,Terkimi,1,Terkin,5,Terkini,13155,TERKINIM,3,Terkino,5,Terkirni,1,Termini,3,Tertkini,1,timika,9,tolikara,1,Tolitoli,10,toraja utara,1,Tubaba,2,tubabar,1,tulang bawang,74,Tulang Bawang Barat,16,tulang bawang barat (lampung),9,Tulangbawang,18,tulungagung,1,ujung batu,2,Waibakul-NTT,1,Waikabubak(NTT),5,Walla Ndimu(NTT),3,Way Kanan,225,Wonosobo,1,Yogyakarta,17,
ltr
item
Radar Metro: Oknum Karyawan PTPN V Diduga Mengelola DAS, LSM PERKARA: Sangat Disesalkan Ketua SP-BUN tidak Ada Tindakan
Oknum Karyawan PTPN V Diduga Mengelola DAS, LSM PERKARA: Sangat Disesalkan Ketua SP-BUN tidak Ada Tindakan
https://1.bp.blogspot.com/-5mSSRywue2c/YFhgPZ1CJwI/AAAAAAAAk_s/aMBSl8sVjMQAaNatwxnKPUjwS93Oo5GWwCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20210322-WA0110.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-5mSSRywue2c/YFhgPZ1CJwI/AAAAAAAAk_s/aMBSl8sVjMQAaNatwxnKPUjwS93Oo5GWwCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20210322-WA0110.jpg
Radar Metro
https://www.radarmetro.net/2021/03/oknum-karyawan-ptpn-v-diduga-mengelola.html
https://www.radarmetro.net/
http://www.radarmetro.net/
http://www.radarmetro.net/2021/03/oknum-karyawan-ptpn-v-diduga-mengelola.html
true
9158309300093259471
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy