CV.TS Ibarat Ular Naga Bersisik Tembaga Berkumis Kawat, Wajar Tidak Takut Dengan Siapapun

Pekanbaru, RM Pengurus DPP LPANI Yustisia dan pengurus DPP LPPHI ibaratkan CV. Teman Setia (TS) seperti "Ular Naga Bersisik Tembaga Ber...



Pekanbaru, RM

Pengurus DPP LPANI Yustisia dan pengurus DPP LPPHI ibaratkan CV. Teman Setia (TS) seperti "Ular Naga Bersisik Tembaga Berkumis Kawat" karena dinilai tidak takut dengan siapa pun. Perusahaan CV.TS pengangkut BBM dan atau CPO ini menjadi sorotan kedua Lembaga tersebut karena diduga telah memanipulasi volume kendaraannya (Modifikasi), merusak Lingkungan dan menggelapkan Pajak selama beroperasi di Riau.


"Kami ibaratkan perusahaan CV.TS ini seperti Ular Naga Bersisik Tembaga Berkumis Kawat. Kenapa demikian, setelah kita soroti persoalan dimaksud di atas atas hasil investigasi kami di lapangan, justeru pihak CV.TS melalui Sdr.Willy mengatakan kalau pihaknya tidak takut dengan siapa pun. CV.TS merasa tidak tertusuk apa pun dan tidak ditembus peluru.


Berarti CV.TS tidak takut dengan Presiden RI dan institusi hukum tertinggi Negara ini? Itu haknya CV.TS karena selama ini mengabaikan Aturan serta UU, maka tidak tersentuh hukum. Namun mari kita lihat saja perkembangan berikutnya," kata Ketum LPANI Yustisia, Hariyanto bersama Ketum LPPHI, Rafiq, SH dan Sekum, Popy Ariska, SH kepada beberapa Media, Senin (8/3/2021) di kantornya jalan Mulya Jaya, Rumpes, Kota Pekanbaru, Riau. Senin, (8/3/2021).


Diberitakan sebelumnya. Beredar rumor dari seseorang yang melontarkan kalimat "saya tidak takut dengan Lembaga, atau LSM dan atau Ormas dan atau Wartawan" termasuk LPPHI dan LPANI Yustisia atas sorotan terhadap usahanya yang bergerak di bidang pengangkutan CPO di Riau ini.


Hal itu diungkapkan Ketua Umum Lembaga Pengawasan Aset Negara Indonesia atau LPANI Yustisia, Hariyanto bersama Ketua Umum Lembaga Pencegah Perusak Hutan Indonesia atau LPPHI, Rafiq, SH kepada Wartawan di kantornya jalan Mulia Jaya, Rumpes, Kota Pekanbaru. Jumat (5/3/2021).


"Kami kira sudah tepat kalimat yang dilontarkan Sdr.Willy bahwa tidak takut dengan Lembaga dan atau Wartawan, dalam hal ini LPANI Yustisia dan LPPHI. Karena LPANI dan LPPHI serta Wartawan memang bekerja untuk menjalankan tugas Negara secara profesional dan objektif dalam menyampaikan informasi. Bukan preman, bukan penodong dan juga bukan pengemis, karena Lembaga dan Wartawan bekerja dengan biaya sendiri, tidak dibiayai Negara, artinya wajar saja untuk tidak perlu ditakuti," kata Hariyanto didampingi Rafiq dan Sekum LPPHI, Popy Ariska, SH.


Menurut kedua Ketum Lembaga tersebut, sekali pun Willy tidak takut dengan Presiden RI Joko Widodo, itu juga hal yang wajar, sebab Presiden RI Joko Widodo bekerja untuk Bangsa dan Negara, bukan untuk menakuti Rakyat, termasuk para pemegang Saham di CV. TS tersebut.


"Apa bila maksud dan tujuan kalimat Willy seperti yang kita maksud, yaitu Willy tidak takut terhadap Lembaga dan Wartawan karena murni menjalankan tugas Negara, maka layak kita menyambutnya dengan penuh apresiasi. Namun jika terbalik, atau menciderai, menghina, tentu saja kita sangat mengecam pernyataannya itu dan harus dia pertanggung jawabkan," tegas Hariyanto yang didukung oleh Rafiq dan Popy.


Lebih jauh Rafiq dan Hariyanto mengungkapkan bahwa, munculnya bahasa demikian dari Willy mungkin karena merasa terganggu dengan kinerja LPANI dan LPPHI bersama sejumlah Wartawan dari Media yang sedang melangsungkan tugas investigasi di beberapa daerah di Riau menelusuri rute kendaraan pengangkut CPO milik CV.TS itu.


Diketahui, kurang lebih 700 unit mobil pengangkut CPO yang dioperasikan oleh CV.TS, belum termasuk keterangan sejumlah Supir dalam sebuah pertemuan dengan LPANI dan LPPHI dan beberapa Wartawan di Duri bulan Februari 2021 lalu yang mengatakan bahwa, jumlah kendaraan pengangkut CPO yang dilaporkan CV.TS, itu baru sebagian kecil, masih banyak unit yang tidak dilaporkan CV.TS, diduga kuat untuk mengelabui pembayaran Pajak di Riau.


"Selain temuan kita di lapangan, ditambah dengan keterangan sejumlah Supir pengangkut CPO milik CV.TS yang melintasi Jalan Nasional, Lintas Timur dan Lintas Utara, kita memiliki alat bukti keterangan lapangan dalam bentuk Foto, Rekaman dan Video yang di dalamnya ada mobil disertai Jiregen saat diukur panjang Sasis, Sumbu, Tinggi, Panjang dan Lebar Tanki, STNK, Buku KIR dan masa uji KIR yang sudah habis waktunya namun tetap beroperasi," kata pihak LPANI dan LPPHI.


Misalnya saja, sambung Hariyanto dan Rafiq, dari hasil investigasi baik di wilayah Muara Lembu, Kabupaten Kuantan Singingi dan Duri, Kabupaten Bengkalis-Riau. Ditemukan dari catatan Buku KIR untuk standar kapasitas angkutan atau tonase seberat 21 Ton. Sedangkan saat dilakukan pengukuran di atas Jembatan Timbang, ternyata 33 Ton, artinya terjadi kelebihan hingga 12 Ton. Namun pihak petugas Dishub tetap meloloskan mobil itu tanpa tindakan apa pun.


Sedangkan untuk wilayah Kandis, Duri, Kab.Bengkalis saat tim melakukan pengukuran pada mobil yang dikendarai Supir inisial (S) dengan Plat BK 9xx5 VN, panjang Sumbu 5,5 Meter. Sasis 10,50. Panjang Tanki 7,50. Lebar 2,30. Tinngi 1,70 dan berat 29 Ton. Supir (R) dengan Plat BK 8xx0 VO. 5,50. 10,50. 7,50. 2,30. 1,70 dengan berat 28 Ton. Dan, Supir (E) dengan Plat BK 8xx6 VO. 5,50. 10,50. 7,50. 2,30. 1,70. Pengukuran pada Selasa, (16/2/2021) dimulai pukul 12.05 hingga pukul 12.15.WIB.


Kemudian, Tim melanjutkan pengukuran mobil pengangkut CPO lainnya di lokasi berbeda dalam wilayah Kab.Bengkalis dan disaksikan langsung oleh sejumlah orang Supirnya. Ditemukan mobil BK 9xx3 VN  dengan panjang Sumbu 6,25 Meter. Sasis 12. Tanki 13,90. Lebar Tanki 2,40. Tinggi 1,55 dengan berat 30 Ton. Selanjutnya, BK 8xx8 VN. 4,6. 9,40. 6,40. 2,30. 1,70 dengan berat 23 Ton. Dan, Plat BK lainnya yaitu BK 9xx7 VN. Berakhir pengukuran hingga pukul 16.15.WIB.


"Artinya LPANI, LPPHI dan rekan-rekan Wartawan sudah bekerja sesuai Tupoksinya tanpa dibiayai Negara dan CV.TS, Lembaga dan Media turut serta berbuat untuk kepentingan Negara ini, bukan kepentingan pribadi. Intinya, Pajak pemasukan untuk Daerah Riau dari CV.TS harus jelas dan transparan. Demikian halnya dengan kelebihan volume fisik kendaraan, harus dipotong dan dikenakan sanksi hukum.


Jika ditemukan sejumlah Pajak usaha yang tidak dibayarkan CV.TS ke Daerah Riau atau pun kepada Negara, karena CV.TS berasal dari Kisaran, Prov.Sumatera Utara, harus ditagih oleh Negara. Negara tidak boleh takut dengan perusak Negara yang merampas hak Rakyat dari Pajak.," tegas Hariyanto didampingi Rafiq SH dan Popy Ariska SH.


"Kita masih ingat janji Presiden RI Joko Widodo yang mengatakan melalui sebua Perpres, memberikan uang kompensasi Rp.200 juta bagi setiap warga Negara yang melaporkan kasus korupsi atau bentuk penyimpangan lainnya. Kami tidak mengharapkan itu, yang kita harapkan adalah ketegasan dan sanksi hukum harus diberlakukan. 


Sedangkan pernyataan Presiden sendiri bahwa, tidak boleh siapa pun oknum membeking usaha illegal dan mafia. Demikin juga dengan janji serta perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada jajaran untuk memberantas mafia Lahan dan Kebun Sawit dan jenis usaha illegal lainnya serta tidak dibenarkan oknum POLRI membeking para pelaku kejahatan," harap LPANI dan LPPHI.


Menanggapi adanya kalimat yang dilontarkan oleh pihak CV.TS bahwa tidak takut dengan Lembaga seperti LPANI Yustisia, LPPHI dan Wartawan. Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Wartawan Indonesia (DPD - GWI) Provinsi Riau, Bowoziduhu kepada Wartawan mengatakan, seharusnya pihak CV.TS lebih berhati-hati dan tidak ceplas-ceplos dalam menyampaikan statement negatif terhadap siapa pun, termasuk kepada Lembaga mana pun juga.


"Setiap Lembaga Non Government Organizational, seperti LPANI Yustisia dan LPPHI serta Wartawan, adalah murni menjalankan tugasnya untuk kepentingan Bangsa dan Negara ini sebagaimana diatur dalam UU RI Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, LSM, OKP dan lainnya serta UU RI No.40 Tahun 1999 tentang Pers. Media dan LSM hadir untuk mengawal kebijakan Pemerintah dan Negara," ujar Ketua GWI Riau kepada Wartawan, Sabtu (6/3/2021).


Namun perlu digarisbawahi, tambahnya lagi, jika pihak Big Bos CV.TS, inisial (AA), (AG) dan (WL) benar mengatakan demikian, hal itu dapat dimaklumi karena CV.TS merasa risih dengan kinerja LPANI, LPPHI dan Media yang saat ini masih menyiapkan langkah-langkah strategi menggiring temuannya ke Istana Negara atas dugaan penggelapan Pajak oleh CV.TS dari ratusan dan bahkan seribuan unit kendaraan pengangkut CPO ber-Plat luar Riau hanya dikelola Badan Usaha setingkat (CV) yang dinilai telah merugikan Negara.


"Dari informasi yang kita peroleh, baik dari Masyarakat, Supir, Ormas, LSM dan Lembaga serta Media bahwa banyak kejanggalan di CV.TS ini. Mulai dari persoalan kesejahteraan Supir yang sampai saat ini mengeluh, persoalan jumlah kendaraan angkutan CPO di CV.TS yang diduga tidak dilaporkan secara keseluruhannya kepada Pemerintah Daerah Riau sebagaimana keterangan sejumlah Supir kepada Media.


Kita mendukung langkah LPANI dan LPPHI menggiring persoalan ini diiringi rekan-rekan Wartawan ke jenjang lebih tinggi ke institusi Hukum Negara ini. Ruas jalan di Riau hancur, salah satu faktornya adalah kendaraan bertonase tinggi, kemana setoran Pajaknya? Masyarakat Riau tentu menginginkan hal ini terungkap secara terang benderang. Hal ini harus menjadi perhatian serius Presiden RI, Menkeu, Men PUPR, Menhub dan Forkopimda setempat," pungkasnya.


Ucapan dari pihak CV.TS melalui Willy, dibenarkan warga Duri, Bengkalis inisial HD alias Saribu kepada Wartawan melalui telpon mengatakan, ucapan Willy memang benar demikian. "Iya, benar Willy mengatakan bahwa CV.TS tidak takut. Ini harus dipertanyakan dan diberi efek jera. Kami sebagai warga Riau, merasa dirugikan karena jalan kami rusak, Pajak kendaraannya tidak dibayar di Riau, tapi di Sumut karena CV.TS dari Kisaran, Sumut," kata Saribu. Jumat (5/3/2021) malam.


HD alias Saribu yang juga salah satu pengurus organisasi bidang Lingkungan ini menambahkan, pihaknya tidak akan tinggal diam dengan keberadaan perusahaan pengangkut CPO yang dinilai telah merugikan banyak daerah, baik dari segi Pajak, kerusakan jalan, lingkungan,  keluhan para Supir yang semakin menjerit karena toleransi perusahaan semakin mencekik dan tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga para Supir.


"Hal ini perlu diteruskan persoalannya ke Negara. Kita buktikan bahwa kita sudah bekerja untuk Negara ini. Kami juga sebagai masyarakat Riau, tapi tidak dapat apa-apa dari CV.TS, yang kami dapat hanya kerusakan jalan. Sedangkan para Supir yang bekerja di CV.TS mengeluh karena gaji tidak cukup. Supir mengendarai Fuso atau Tronton, tapi gajinya hanya gaji L-300, apa itu tidak sengsara? Ini adalah fakta yang terjadi di CV.TS," ungkap HD.


Pimpinan sekaligus pemilik Saham ke tiga di CV.TS, Willy yang dikonfirmasi malam itu juga, namun tidak membalas pesan yang dikirimkan Wartawan via WA, hanya dilihat dan dibaca saja oleh Willy. Hingga tayangnya berita ini, pihak CV.TS belum memberikan klarifikasi apa pun. Bw

COMMENTS

Nama

(Lombok Tengah),102,(Praya Tengah,3,5erkini,1,a,1,Aceh,116,Aceh barat,1,Aceh singkil,24,ACEH TENGAH,3,aceh timur,5,Aceh Utara,8,adepura,1,agam(Sumbar),17,Ambon,1,Amuntai,1,anambas-kepri,15,ANTERO,1,Artikel,2,asahan,1,ASMAT,1,badau(kalbar),1,badung,1,bagansiapiapi,2,Balai Karangan,1,balai pungut Pinggir,1,balai raja pinggir,2,balangan,1,Bali,7,Balikpapan,2,Banda Aceh,28,bandar lampung,11,Bandung,82,Banggai,2,Banggai Kepulauan,1,Bangka belitung,5,bangkinang,1,Banjarbaru,1,banjarmasin,6,Banjarnegara,2,banten,9,Banyumas,4,Banyuwangi,20,bappenas,6,barabai,1,BARABATU PANGKEP,1,Barito utama,1,barito utara,1,barru,1,batam,439,batang,137,BATAVIA,1,Bathin Salopan,13,Batu Ampar,2,Batu Panjang Rupat,4,batubara,14,Batunyala,1,beirut,1,bekas,1,Bekasi,41,belawan,3,belitang,1,bengkalis,160,bengkayang,39,bengkulu utara,6,BERAU,4,berita terkini,566,Bima,1,binjai,3,bintan,111,Bireuen,176,bisnis,4,Blitar,1,BLORA,39,Bobong,1,Bogor,32,bojonegoro,1,bolmong,1,Bolmut,2,bondowoso,63,boven digoel,1,boyolali,1,Brang Ene(Sumbawa Barat),10,brebes,7,BUKITTINGGI,19,BULUNGAN,1,buol,2,Business,1,Calang,1,Catatan RM,1,ciamis,4,Cianjur,23,Cikampek,1,Cikarang,7,cilacap,9,Cilegon,4,cimahi,2,Cirebon,19,dabo singkep,1,daera,3,Daerah,291,dairi,1,Deli Serdang,5,Denpasar,7,depok,75,dewan pers,1,Donggala,4,DPI,2,DPRD Bekasi,28,DPRD Kab. Bekasi,11,dumai,21,Dungun Baru Rupat,1,duri,8,duri barat,1,Duri(Mandau),75,Ekonomi,57,entikong,27,Garut,88,Geragai,1,Global,3,Gorontalo,196,Gowa,4,Gresik,10,Gunung kidul,1,Gunung Meriah,1,gunung puyuh,1,gunung sitoli,1,Halmahera Barat,1,hamparan perak,8,Health Info,2,Humas Beltim,3,Humbahas,5,Hutan Panjang(Rupat),4,Indonesia,1,Indramayu,3,informasi,1,INHIL,1,inhu,2,ini,1,Internasional,29,itali,1,jabar,1,Jagoi Babang,1,jakara,3,jakarta,1343,jakarta barat,9,jambi,2,Janapria(Lombok Tengah),14,jateng,2,Jatim,2,Jawa barat,2,Jawa tengah,2,Jayapura,20,Jember,70,Jembrana,1,Jeneponto,5,Jenggik Utara(Lombok timur),3,Jepara,7,Jogja,1,Johannesburg,1,kab,1,Kab Bandung,69,kab. Bandung,7,Kab. Bekasi,31,Kab. Langkat,246,Kab. Mimika,24,kab. musi rawas,116,Kab. Pekalongan,4,kab. pemalang,7,kab. polman,6,Kab. Seluma,43,kab. Subang,2,Kab. Wajo,1,kab.bandung,3,kab.bengkalis,37,kab.keerom(Papua),1,kab.kubu,2,kab.kubu raya(kalbar),595,kab.pemalang,3,Kab.Semarang,2,kab.sintang,27,kab.Tangerang,2,kab.Tegal,78,Kabar Rohul,2,Kabupaten Bireuen-Aceh,26,Kabupaten Pelalawan,1,kalbar,59,Kalembu Kaha(NTT),1,kalideres,1,kalimantan barat,14,kalimantan selatan,1,KALSEL,1,Kalteng,12,Kaltim,4,kampar,45,Kandangan,1,Kao Teluk,1,KAPUAS,3,Kapuas Hulu,9,karanganyar,2,karangasem,1,Karawang,43,Karimun-Kepulauan Riau,140,Katingan,19,kaur,2,Kayong Utara,1,Kebumen,1,Keerom,2,Kementerian PPN/Bappenas,79,kendari,4,KENDARI(SULTRA),35,kepri,111,keprri,5,Keruak(Lombok Timur),2,kerumak,1,ketapang,8,kota pekalongan,4,Kotabumi,1,kotawaringin barat,1,Kotawaringin Timur,1,Kuala Behe,5,Kuala kapuas,11,kuala lumpur,1,Kuala Pembuang,20,kubu raya,30,kudus,4,Kulim Bathinsolapan,2,Kuliner,3,kuningan,1,Kupang,5,Kutai Kartanegara,1,kutim,1,l,1,Lab. Wajo,1,labuhan batu,249,labuhan batu utara,3,labuhan haji,3,Labura,25,Labusel,6,lagon,2,lamboya (NTT),1,lamongan,2,lampok(sumbawa barat),1,lampung,20,Lampung Selatan,7,Lampung Tengah,38,lampung utara,31,lampura,5,landak,6,landak(Kalbar),13,lando(Terara Lombok Timur),1,langkat,11,langsa,1,Lantamal V,807,lantamal x,244,lebak,5,lemo morut,1,lesung batu,1,Lhokseumawe,10,Lhoksukon,3,Limapuluh Kota,7,LINGGA,334,LOBOK TIMUR,1,LOMBOK,1,lombok barat,12,lombok tengah,82,Lombok timur,272,loteng,2,loteng(NTB),5,loteng),1,lubuk pakam,2,Lubuklinggau,33,Lumajang,35,Luwu,3,luwu timur,1,luwu utara,1,Luwuk Banggai,2,Maddaremmeng,1,Madina,1,Madiun,4,magelang,2,magetan,1,Majalengka,355,majene,72,makassar,22,malang,3,Maluku Utara,2,Mamberamo Raya,1,Mamuju,15,mamuju tengah,5,Manado,2,mancanegara,1,Mandau,3,Mandor,1,Manemeng (Sumbawa Barat),4,manokwari,11,marindal,1,maroko,2,Maros,82,mataram,8,mataram(ntb),9,mateng,1,Medan,267,Melawi,6,MELAWI(KALBAR),121,meliau,1,Mempawah,10,Mengkopot,4,menjalin,2,merak,1,Merangin,1,meranti,8,Merauke,2,MESUJI,42,metro lampung,2,MEULABOH,3,Minahasa,1,mojokerto,5,Montong Gading (Lombok Timur),2,Morowali,6,Morowali Utara,2,morut,4,muara,2,Muara Basung Pinggir,4,Muara Enim(Sumsel),74,muara medak,4,muara teweh,1,muba,15,Muko Muko,27,mukomuko,43,mukoq,1,Muna(Sultra),1,mura(sumbawa barat),1,MURATARA,164,murung jaya,1,murung raya,1,musi banyuasin,31,musirawas,16,Nabire,1,nagan raya,3,Nanga Mahap,1,Nanga Pinoh,2,Nasional,40,Natuna(Kepri),23,New York,1,News,187,ngabang,1,Ngawi,2,nias selatan,5,NTB,22,nternasional,1,NTT,1,oku selatan,2,Oku Timur(Sumsel),13,Olahraga,1,opini,7,Otomotif,3,P.SUSU,11,Pacitan,1,Padang,2,padang genting,1,padangsidempuan,3,Palangka raya,41,Palas,1,Palas (Lampung Selatan),3,palelawan,5,Palembang,37,palimanan,1,palu,9,Pamekasan,1,Pandeglang,398,Pangandaran,20,Pangkal Pinang,1,pangkalan brandan,1,Pangkep,1,panyabungan,1,Papua,32,papua barar,2,papua barat,8,parapat,1,Parepare,1,Parimo,6,Pariwisata,31,pasangkayu,9,Pasuruan,4,Payakumbuh,1,pekalongan,41,Pekanbaru,279,pelalawan,1,Pemkab Bekasi,17,PemkaPelalawan,1,Pemkot Bekasi,1,PEN Sdm,1,Pendidikan,51,Pengumuman,6,peristiwa,75,Pessel,1,Pidie,1,pidie jaya,2,Pilkada,6,pinggir,7,pinrang,2,polda kalbar,1,Polda Kalteng,3,Polewalimamdar,1,Polewalimandar,3,Polhukam,158,politik,13,Polman Sulbar,32,polres Pekalongan,248,polres Sekadau,488,Polsek Belitang,21,Polsek Belitang Hulu,3,polsek Sekadau,3,Polsek Sekadau Hilir,5,Polsek Sekadau Hulu,6,Ponorogo,2,Pontianak,13,pontianak(kalbar),185,Poso,1,praya,2,pringsewu,1,Probolinggo,1,prov. Aceh,1,Prov.Papua,1,pulang pisau,2,puplis,1,Purwakarta,4,purwokerto,1,Purworejo,1,Pyongyang,1,rada,2,radar metro,900,ragam,5,rambah samo,2,ranai.,2,Randublatung,3,Rasau Jaya,2,Regional,31,Rembang,1,Riau,27,rimo,1,Rohil,5,ROHUL,7,rokan hilir,2,Rokan Hulu,127,rundeng,1,rupat,68,rupat utara,72,Sabas,1,saham,1,sakra barat,2,Sakra(Lombok Timur),4,Salatiga,1,samalanga,1,samarinda,9,sambas,36,sampang,42,sampit,4,sanggau,233,satbrimob,1,Sebanga Pinggir,2,sekadau,72,sekayam,8,selebritis,8,selong,1,selopan,4,seluma,5,Seluma Utara,1,Semarang,16,seputihbanyak,1,serang,40,serdang bedagai,2,siak,15,siak hulu,1,sidas,1,Sidoarjo,17,sidrap,1,Sigi,23,Simalungun,45,simeule,1,singkawang,22,singkil,2,Sinjai,1,sintang,13,slawi,2,Sleman,4,solapan,1,solo,1,Solok selatan,1,Soppeng,2,sorong,2,sorong selatan,18,stabat,27,subang,23,subulussalam,126,suka Makmue,1,Sukabumi,59,Sulawesi Selatan,1,sulbar,1,sulsel,3,sULTENG,5,Sulut,1,Sumba Barat(NTT),8,sumbar,6,sumbawa,1,sumbawa barat,8,Sumedang,5,Sumenep,87,Sumsel,5,sumut,4,sungai kakap,3,SUNGAI RAYA,1,Surabaya,33,takalar,1,Taliabu.,43,taliwang(Sumbawa Barat),8,tambang,1,tanah datar,1,tanah jawa,2,tangerang,7,Tangerang Selatan,3,Tanjabtim,6,Tanjung agung,1,tanjung balai,1,tanjung batu,1,TANJUNG MEDANG,9,TANJUNG PINANG,3,tanjung pinang (Kepri),444,tanjung punak,3,tanjung selor,3,tanjung uban,18,TANJUNGPINANGKEPRI,1,Tapanuli Selatan,779,tapteng,2,TAREMPA(KEPRI),2,Tasikmalaya,20,tayan hilir,1,tayan hulu,3,tebing tinggi,153,Technology,12,Teekini,2,tegal,18,teluk kapuas,1,temajuk,2,Terindikasi,1,Terintegrasi,1,Terjini,1,Terk,1,TERKI,2,Terki i,1,Terkimi,1,Terkin,5,Terkini,13966,TERKINIM,3,Terkino,6,Terkirni,1,Termini,3,Tertkini,1,timika,9,tolikara,1,Tolitoli,10,toraja utara,1,Tubaba,2,tubabar,1,tulang bawang,74,Tulang Bawang Barat,16,tulang bawang barat (lampung),9,Tulangbawang,18,tulungagung,1,ujung batu,2,Waibakul-NTT,1,Waikabubak(NTT),5,Walla Ndimu(NTT),3,Way Kanan,241,Wonosobo,1,Yogyakarta,17,
ltr
item
Radar Metro: CV.TS Ibarat Ular Naga Bersisik Tembaga Berkumis Kawat, Wajar Tidak Takut Dengan Siapapun
CV.TS Ibarat Ular Naga Bersisik Tembaga Berkumis Kawat, Wajar Tidak Takut Dengan Siapapun
https://1.bp.blogspot.com/-8-KEKK0SvTo/YEX5AqIRFBI/AAAAAAAAjbw/9EBdcdJG1UYCrDUwdf4Pvn-pZOmucBxuACLcBGAsYHQ/s320/IMG-20210308-WA0104.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-8-KEKK0SvTo/YEX5AqIRFBI/AAAAAAAAjbw/9EBdcdJG1UYCrDUwdf4Pvn-pZOmucBxuACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20210308-WA0104.jpg
Radar Metro
https://www.radarmetro.net/2021/03/cvts-ibarat-ular-naga-bersisik-tembaga.html
https://www.radarmetro.net/
http://www.radarmetro.net/
http://www.radarmetro.net/2021/03/cvts-ibarat-ular-naga-bersisik-tembaga.html
true
9158309300093259471
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy