"Niliai-nilai Anti korupsi untuk Memperkokoh Jati Diri Insan Pemasyarakatan"

Lubuklinggau, Radar Metro Pada hakekatnya, korupsi adalah “benalu sosial” yang bersifak merusak, dan menjadi penghambat utama terhadap jal...


Lubuklinggau, Radar Metro

Pada hakekatnya, korupsi adalah “benalu sosial” yang bersifak merusak, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya roda pemerintahan lebih khususnya dalam lingkungan pemasyarakatan. Dalam pelaksanaannya dalam tugas, korupsi sangat sulit bahkan hampir tidak dapat diberantas saat ini, oleh karena scukup sulit untuk memberikan pembuktian-pembuktian yang nyata dengan bukti-bukti. Menurut Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan tinggi rendahnya tindak pidana korupsi di negeri ini disebabkan karena kurangnya keteladanan dan kepemimpinan karakter pemimpin bangsa ini, kurangnyai komitmen dan konsistensi penegakan hukum dan peraturan perundangan, rendahnya integritas petugas  dan profesionalisme dalam bekerja, tidak ada mekanisme pengawasan internal di semua’lembaga dan birokrasi pun belum sesuai keinginan, kondisi lingkungan kerja buruk dan lingkungan masyarakat, serta lemahnya keimanan,moral dan etika petugas pemasyarakatan. Secara umum faktor penyebab korupsi dapat terjadi karena faktor politik, ekonomi, hukum, dan sosial.

Dikdaskemdikbud melalui jalur pendidikan dalam upayanya melakukan pemberantasani korupsi harus dilakukan karena lajur pendidikan ini merupakan suatu tempat yang penting bagi generasi muda untuk belajar dan memperoleh pengetahuan dan kreativitas, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan yang diwacanakan saat ini, salah satunya nilai antikorupsi. Pendidikan cukup efektif untuk membentuk dan menanamkani suatu pemahaman yang menyeluruh pada kalangan masyarakat tentang bahaya budaya korupsi. Sementara itu menurut De Asis, korupsi didunia politik saat ini misalnya money politics pada saat pilkada merupakan penyelesaian konflik parlemen melalui cara ilegal dan lobi yang menyimpang dari peraturan yang berlaku.

Pendidikan merupakan satu-satunya tempat untuk membentuk generasi penerus pada saat ini menjadi agen dalam pencegahan korupsi. Pemberantasan korupsi ini pun tidak hanya cukup menghukum dan memberikan wejangan ceramah atau seminar anti korupsi saja. Agar tidak terjadi silih bergantinya tindak korupsi di Indonesia, maka perlu dicari sampai ke akar’ masalahnya. Korupsi di Indonesia bagaikan sebuah penyakit yang sulit untuk disembuhkan dan sudah menjadi sebuah permasalahan yang rumit. Implementasi nilai-nilai antikorupsi ini nantinya akan sangat berguna dikemudian hari karenaprosesnya tidak ada yang instan melainkan butuh tahapan yang ada melalui proses penanaman nilai serta pembelajaran, nilai-nilai antikorupsi ini yang cukup melekat dalam diri seseorang kelak akan berguna’untuk masa depan bangsa sebagai pemimpin.

Secara teori menurut Handoyo menyatakan bahwa korupsi merupakan suatu sifat manusia yang diakibatkan oleh tekanan sosial dari masyarakat. Teori lain yang menjelaskan terjadinya korupsi adalah teori Solidaritas Sosial yang dipopulerkan oleh Emile Durkheim memandang bahwa manusia sebenarnya bersifat pasif dan dikendalikan oleh lingkungannya. Emile Durkheim berpandangan bahwa masyarakatlah yang membentuk kepribadiannya. Secara sederhana, korupsi bisa diartikan sebagai penyalahgunaan wewenang dipergunakan untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri, keluarga, maupun kelompoknya. Evi Hartanti Sesuai dengan pasal 435 KUHP, yang menyebutkan korupsi artinya busuk, bejat, buruk dan dapat disogok, suka disuap. Hal ini tentunya berdampak buruk bagi lingkungan kerja, bangsa dan negara. 

Tulisan singkat ini membahas bagaimana memantapkan penerapan nilai-nilai anti korupsi untuk membangun budaya anti korupsi dilingkungan kerja serta memperkokoh jati diri Insan Pemasyarakatan.  Fungsi kebijakan utama unit antikorupsi mencakup pengurangan praktik korupsi di beberapa entitas melalui pendekatan alokasi sumber daya yang optimal dan kebijakan antikorupsi yang efektif.. KPK memeriksa asumsi bahwa kelompok korupsi melakukan pembalasan terhadap otoritas antikorupsi untuk melindungi diri mereka sendiri.. Hoetami mengatakan Instusi pendidikan tidak hanya gagal menjadi benteng dalam perang malawan korupi sekaligus menjadi tempat produksi generasi antikorupsi, tapi justru turut tercemar oleh praktik korupsi. Nilai-Nilai Anti korupsi yang disosialisasikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, nilai-nilai anti korupsi adalah sebagai berikut:

1) Kejujuran;

2) Kedisiplinan;

3) Kepedulian;

4) Tanggung jawab;

5) Kerja keras;

6) Kesederhanaan;

7) Kemandirian;

8) Keberanian;

9) Keadilan.

Upaya menumbuhkan kesadaran petugas pemasyarakatan tentang pentingnya nilai-nilai  antikorupsi guna mencegah perilaku korupsi di lingkungan kerja, yang jika tidak ditanamkan sejak di tempat kerja maka kelak akan berdampak besar ketika petugas menjadi seorang pemimpin.  Menurut Keen Pentingnya pendidikan anti korupsi karena permasalahan korupsi berkaitan dengan mentalitas dan nilai-nilai. Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi.Nilai-Nilai Anti korupsi di atas sebaiknya dipahami dan diterapkan dalam keseharian oleh Insan Pemasyarakatan. Nilai-nilai yang nantinya bisa memupuk budaya anti korupsi mampu menjaga amanah komitmen serta konsistensi para petugas pemasyarakatan dalam menjauhi diri dari korupsi.

Beberapa hal yang bisa diupayakan untuk pemahaman dan penerapan nilai-nilai antikorupsi saat ini di Pemasyarakatan adalah :

 a) Teladan yang baik dari atasan

Pimpinan(atasan) dapat memberikan contoh langsung tentang penerapan nilai-nilai anti korupsi di lingkungan kerja. Contoh yang baik pasti akan diikuti oleh bawahan dan dilakukan secara terus-menerus.

 b) Membangun lingkungan kerja yang mengamalkan budaya anti korupsi

Korupsi bisa  terjadi bila didukung kondisi lingkungan kerja yang kurang baik. Saat ini di lingkungan Pemasyarakatan banyak satuan kerja yang dicanangkan program Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Lingkungan kerja yang berpredikat positif dan berbudaya anti korupsi tentunya dapat mendukung tumbuhnya perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai anti korupsi. budaya dapat dibentuk apabila seorang pemimpinnya dapat dengan cermat mengamati karakteristik petugas. untuk itu penanaman nilai budaya anti korupsi secaar konsisten dapat membentuk karater yang luhur dari petugas untuk melawan setiap upaya atau potensi yang mengarah pada tindak pidana korupsi. 

 c) Menerapkan kode etik PNS ntuk mencegah pelanggaran (korupsi)

Penerapan kode etik pegawai negeri sipil yang searah dengan nilai-nilai anti korupsi merupakan suatu langkah awal untuk melakukan pencegahan terjadinya perilaku korupsi. Kode etik mengarahkan para pegawai pada aturan perilaku yang semestinya dilakukan.

Dari hal-hal diatas, dapat kita ketahui bahwa nilai-nilai anti korupsi yang diterapkan dapat mampu menguatkan budaya anti korupsi khususnya di lingkungan Pemasyarakatan. Nilai-nilai anti korupsi dapat ditanamkan melalui keteladanan dari pimpinan (atasan), dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dalam keseharian bertugas, serta diwujudkan dalam lingkungan kerja yang berorientasi positif. Sebagai tempat dari pengamalan nilai-nilai anti korupsi yang dicetuskan KPK perlu direalisasikan dengan kaidah aturan kode etik dan kode perilaku beserta sanksinya. Dengan demikian budaya anti korupsi diharapkan mampu terwujud nyata.

Dalam mewujudkan budaya anti korupsi dalam jati diri seorang Insan Pemasyakatan diperlukan keteladanan dari pimpinan (atasan). Selanjutnya, lingkungan kerja yang berbudaya anti korupsi sebagai faktor yang dapat diciptakan agar budaya anti korupsi tidak hanya menjadi perbincangan belaka. Hal yang tak kalah penting adalah memberikan rambu-rambu kode etik sebagai pengingat arahan dalam bertindak, serta sanksi-sanksi bila ada indikasi terjadi pelanggaran. Penerapan nilai-nilai anti korupsi yang ditunjang 3 pilar yang ada diharapkan mengokohkan budaya anti korupsi di lingkup Pemasyarakatan. Dengan demikian jati diri sebagai "Duta Anti korupsi" akan semakin kukuh terpatri di dalam jiwa setiap Insan Pemasyarakatan.

Taruna Utama Poltekip Rendy Pratama Putra

COMMENTS

Nama

(Lombok Tengah),4,(Praya Tengah,3,5erkini,1,a,1,Aceh,111,Aceh barat,1,Aceh singkil,19,ACEH TENGAH,1,aceh timur,3,Aceh Utara,6,agam(Sumbar),13,Ambon,1,Amuntai,1,anambas-kepri,15,ASMAT,1,badau(kalbar),1,badung,1,bagansiapiapi,2,balai pungut Pinggir,1,balai raja pinggir,2,balangan,1,Bali,4,Balikpapan,2,Banda Aceh,27,bandar lampung,5,Bandung,35,Banggai,2,Bangka belitung,5,bangkinang,1,Banjarbaru,1,banjarmasin,6,Banjarnegara,2,banten,6,Banyumas,4,Banyuwangi,14,bappenas,6,BARABATU PANGKEP,1,Barito utama,1,barru,1,batam,239,batang,69,BATAVIA,1,Bathin Salopan,4,Batu Ampar,1,Batu Panjang Rupat,2,batubara,1,Batunyala,1,beirut,1,bekas,1,Bekasi,35,belawan,2,belitang,1,bengkalis,147,bengkayang,27,bengkulu utara,6,BERAU,4,berita terkini,564,Bima,1,bintan,65,Bireuen,171,bisnis,4,Blitar,1,BLORA,29,Bobong,1,Bogor,18,bojonegoro,1,bolmong,1,Bolmut,2,bondowoso,41,boyolali,1,Brang Ene(Sumbawa Barat),10,brebes,5,BUKITTINGGI,15,BULUNGAN,1,buol,2,Business,1,Calang,1,ciamis,3,Cianjur,3,Cikampek,1,Cikarang,6,cilacap,9,Cilegon,3,cimahi,1,Cirebon,8,daera,3,Daerah,291,Deli Serdang,5,Denpasar,6,depok,33,dewan pers,1,Donggala,4,DPI,2,DPRD Bekasi,28,DPRD Kab. Bekasi,11,dumai,14,Dungun Baru Rupat,1,duri,5,duri barat,1,Duri(Mandau),45,Ekonomi,57,entikong,12,Garut,63,Global,3,Gorontalo,195,Gowa,3,Gresik,3,Gunung kidul,1,Gunung Meriah,1,gunung puyuh,1,gunung sitoli,1,hamparan perak,1,Health Info,2,Humas Beltim,3,Humbahas,5,Hutan Panjang(Rupat),4,Indonesia,1,Indramayu,2,informasi,1,INHIL,1,inhu,1,Internasional,29,itali,1,Jagoi Babang,1,jakara,3,jakarta,763,jakarta barat,1,jambi,2,Janapria(Lombok Tengah),14,jateng,1,Jawa barat,1,Jawa tengah,1,Jayapura,20,Jember,15,Jembrana,1,Jeneponto,4,Jenggik Utara(Lombok timur),3,Jepara,7,Johannesburg,1,kab,1,Kab Bandung,69,kab. Bandung,2,Kab. Bekasi,29,Kab. Langkat,85,Kab. Mimika,24,kab. musi rawas,90,Kab. Pekalongan,4,kab. pemalang,6,kab. polman,6,Kab. Seluma,31,Kab. Wajo,1,kab.bandung,2,kab.bengkalis,10,kab.keerom(Papua),1,kab.kubu,2,kab.kubu raya(kalbar),306,kab.pemalang,3,Kab.Semarang,2,kab.sintang,8,kab.Tangerang,2,kab.Tegal,78,Kabar Rohul,2,Kabupaten Bireuen-Aceh,22,Kabupaten Pelalawan,1,kalbar,25,Kalembu Kaha(NTT),1,kalideres,1,kalimantan barat,8,kalimantan selatan,1,KALSEL,1,Kalteng,9,Kaltim,3,kampar,16,Kandangan,1,KAPUAS,2,Kapuas Hulu,4,karanganyar,2,karangasem,1,Karawang,35,Karimun-Kepulauan Riau,67,Katingan,11,kaur,2,Kebumen,1,Kementerian PPN/Bappenas,35,kendari,4,KENDARI(SULTRA),35,kepri,100,keprri,5,Keruak(Lombok Timur),2,kerumak,1,ketapang,5,Kotabumi,1,kotawaringin barat,1,Kotawaringin Timur,1,Kuala kapuas,11,kuala lumpur,1,Kuala Pembuang,20,kubu raya,29,Kulim Bathinsolapan,2,Kuliner,3,Kupang,3,Kutai Kartanegara,1,kutim,1,l,1,Lab. Wajo,1,labuhan batu,106,labuhan batu utara,2,labuhan haji,3,Labura,12,lamboya (NTT),1,lamongan,2,lampok(sumbawa barat),1,lampung,15,Lampung Selatan,5,Lampung Tengah,38,lampung utara,28,lampura,5,landak,5,landak(Kalbar),5,lando(Terara Lombok Timur),1,langkat,10,langsa,1,Lantamal V,717,lantamal x,218,lebak,4,lemo morut,1,lesung batu,1,Lhokseumawe,8,Lhoksukon,1,LINGGA,254,LOBOK TIMUR,1,LOMBOK,1,lombok barat,2,lombok tengah,76,Lombok timur,175,loteng,2,loteng(NTB),5,loteng),1,lubuk pakam,2,Lubuklinggau,33,Lumajang,35,Luwu,3,Luwuk Banggai,2,Maddaremmeng,1,Madina,1,Madiun,4,magelang,1,magetan,1,Majalengka,172,majene,39,makassar,19,malang,3,Maluku Utara,2,Mamberamo Raya,1,Mamuju,4,Manado,1,mancanegara,1,Manemeng (Sumbawa Barat),4,manokwari,4,marindal,1,Maros,67,mataram,8,mataram(ntb),5,Medan,84,Melawi,1,MELAWI(KALBAR),33,Mempawah,5,Mengkopot,4,Merangin,1,meranti,6,Merauke,2,MESUJI,6,metro lampung,1,MEULABOH,3,Minahasa,1,mojokerto,4,Montong Gading (Lombok Timur),2,Morowali,4,Morowali Utara,2,morut,4,muara,2,Muara Basung Pinggir,2,Muara Enim(Sumsel),37,muara teweh,1,Muko Muko,14,mukomuko,39,mukoq,1,Muna(Sultra),1,mura(sumbawa barat),1,MURATARA,161,murung jaya,1,musi banyuasin,17,musirawas,11,Nabire,1,nagan raya,3,Nanga Mahap,1,Nasional,40,Natuna(Kepri),16,News,187,Ngawi,1,nias selatan,5,NTB,21,nternasional,1,NTT,1,oku selatan,2,Oku Timur(Sumsel),9,Olahraga,1,opini,6,Otomotif,3,Pacitan,1,Padang,2,padang genting,1,padangsidempuan,3,Palangka raya,37,Palas (Lampung Selatan),3,palelawan,3,Palembang,22,palu,5,Pamekasan,1,Pandeglang,275,Pangandaran,20,Pangkep,1,Papua,16,papua barar,2,papua barat,5,Parepare,1,Parimo,5,Pariwisata,31,pasangkayu,9,Pasuruan,3,pekalongan,36,Pekanbaru,134,pelalawan,1,Pemkab Bekasi,17,PemkaPelalawan,1,Pemkot Bekasi,1,PEN Sdm,1,Pendidikan,51,Pengumuman,1,peristiwa,75,Pessel,1,Pidie,1,pidie jaya,2,Pilkada,6,pinggir,2,polda kalbar,1,Polda Kalteng,3,Polewalimamdar,1,Polewalimandar,3,Polhukam,158,politik,13,Polman Sulbar,30,polres Pekalongan,148,polres Sekadau,357,Polsek Belitang,21,Polsek Belitang Hulu,3,polsek Sekadau,3,Polsek Sekadau Hilir,5,Polsek Sekadau Hulu,6,Ponorogo,2,Pontianak,10,pontianak(kalbar),70,Poso,1,praya,2,Probolinggo,1,prov. Aceh,1,Prov.Papua,1,pulang pisau,2,puplis,1,Purwakarta,2,purwokerto,1,Purworejo,1,Pyongyang,1,rada,2,radar metro,897,ragam,5,rambah samo,2,Randublatung,2,Rasau Jaya,2,Regional,31,Rembang,1,Riau,21,rimo,1,Rohil,4,ROHUL,7,Rokan Hulu,71,rundeng,1,rupat,52,rupat utara,46,Sabas,1,saham,1,sakra barat,2,Sakra(Lombok Timur),4,Salatiga,1,samalanga,1,samarinda,9,sambas,21,sampang,42,sampit,1,sanggau,160,satbrimob,1,Sebanga Pinggir,2,sekadau,67,sekayam,3,selebritis,8,selopan,4,seluma,5,Seluma Utara,1,Semarang,7,seputihbanyak,1,serang,30,siak,13,Sidoarjo,16,Sigi,22,Simalungun,22,simeule,1,singkawang,8,singkil,2,sintang,8,slawi,2,Sleman,4,solapan,1,solo,1,Solok selatan,1,sorong selatan,11,subang,15,subulussalam,110,Sukabumi,58,Sulawesi Selatan,1,sulbar,1,sulsel,3,sULTENG,4,Sulut,1,Sumba Barat(NTT),8,sumbar,6,sumbawa barat,8,Sumedang,1,Sumenep,56,Sumsel,5,sumut,3,sungai kakap,3,SUNGAI RAYA,1,Surabaya,23,Taliabu.,38,taliwang(Sumbawa Barat),8,tambang,1,tanah datar,1,tangerang,7,Tangerang Selatan,2,Tanjabtim,1,Tanjung agung,1,tanjung batu,1,TANJUNG MEDANG,9,TANJUNG PINANG,1,tanjung pinang (Kepri),246,tanjung punak,2,tanjung selor,3,tanjung uban,6,TANJUNGPINANGKEPRI,1,Tapanuli Selatan,520,tapteng,2,TAREMPA(KEPRI),2,Tasikmalaya,6,tayan hilir,1,tayan hulu,1,tebing tinggi,8,Technology,12,Teekini,1,tegal,18,teluk kapuas,1,temajuk,2,TERKI,2,Terkin,5,Terkini,8620,TERKINIM,3,timika,8,tolikara,1,Tolitoli,10,Tubaba,2,tubabar,1,tulang bawang,58,Tulang Bawang Barat,16,tulang bawang barat (lampung),9,Tulangbawang,18,ujung batu,2,Waibakul-NTT,1,Waikabubak(NTT),5,Walla Ndimu(NTT),3,Way Kanan,125,Wonosobo,1,Yogyakarta,10,
ltr
item
Radar Metro: "Niliai-nilai Anti korupsi untuk Memperkokoh Jati Diri Insan Pemasyarakatan"
"Niliai-nilai Anti korupsi untuk Memperkokoh Jati Diri Insan Pemasyarakatan"
https://1.bp.blogspot.com/-BoQu1No20DU/X7aGQ-TpbEI/AAAAAAAC-78/QbHElzanx0waqZRiozTxB8gd4zexV4A3gCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20201119-WA0279.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-BoQu1No20DU/X7aGQ-TpbEI/AAAAAAAC-78/QbHElzanx0waqZRiozTxB8gd4zexV4A3gCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20201119-WA0279.jpg
Radar Metro
http://www.radarmetro.net/2020/11/niliai-nilai-anti-korupsi-untuk.html
http://www.radarmetro.net/
http://www.radarmetro.net/
http://www.radarmetro.net/2020/11/niliai-nilai-anti-korupsi-untuk.html
true
9158309300093259471
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy