Mencegah Tindakan Korupsi di Ruang Lingkup Pemasyarakatan

Lubuklinggau, Radar Metro Korupsi sudah ada semenjak tahun 1200 SM sehingga sampai saat ini memberi pengaruh negatif terhadap keuangan negar...


Lubuklinggau, Radar Metro

Korupsi sudah ada semenjak tahun 1200 SM sehingga sampai saat ini memberi pengaruh negatif terhadap keuangan negara, pertumbuhan ekonomi, dan investasi negara karena tindakan korupsi ini telah menjadi musuh di setiap negara. Korupsi di Indonesia semakin banyak atau merajalela, sehingga bermacam – macam cara dilakukan untuk pencegahan korupsi tersebut melalui kegiatan layanan iklan, dan menunjukkan para koruptor di media sosial maupun media cetak. Semakin tinggi tindakan korupsi di Indonesia menjadikan pemerintah Indonesia menjadi berhati - hati dalam kegiatan dan pembangunan, otonomi daerah. Meningkatknya jumlah koruptor di Indonesia tersebut dapat membuat banyak tantangan terhadap pemerintah itu sendiri. Pemasyarakatan merupakan bagian dari 11 unit Eselon 1 (Satu) di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pemasyarakatan sendiri memiliki 4 UPT (Unit Pelaksana Teknis) yaitu: 

1. RUPBASAN (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara)

2. BAPAS (Balai Pemasyarakatan)

3. RUTAN (Rumah Tahanan Negara)

4. LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan)

Petugas Pemasyarakatan adalah seorang ASN (Aparatur Sipil Negara), yaitu petugas di instansi ruang lingkup pemasyarakatan diberikan tugas sesuai dengan jabatan, dan digaji oleh negara. Saat ini jumlah WBP di seluruh Indonesia berjumlah 256.273 orang dari jumlah tersebut 63% adalah jumlah kasus narkoba. Hal ini besar kemungkinan adanya tindakan penyimpangan petugas pemasyarakatan seperti korupsi, penyuapan, pungli dimana – mana. Hal berikut merupakan tantangan bagi jajaran Ditjenpas dan pemerintah dalam memberantasi tindakan korupsi tersebut. Kurangnya pendapatan dari petugas di pemasyarakatan ini memang faktor yang sering terjadi dalam perkembangan tindakan korupsi di Indonesia.

Banyak faktor yang saat ini membuat seorang tersebut berani merampas uang negara, melakukan tindakan penyimpangan tersebut sehingga seorang koruptor tersebut merasa tidak bersalah ketika merampas uang dari rakyat yang merupakan keuangan negara Indonesia. Berikut adalah kondisi memungkinkan bahwa seorang tersebut berani melakukan tindakan korupsi:

a) Kurangnya aspek transparansi

b) Proyek besar melibatkan uang rakyat secara massif

c) Lemahnya penegakan hukum

d) Rezim kekuasaan yang tidak tanggung jawab

e) Mementingkan diri sendiri dan jaringan sekitar sehingga membuat lingkungan organisasi menjadi tertutup.

Apakah Dampak dari Korupsi?

Dampak dari korupsi saat ini bukan hanya sedikit orang yang merasakan dampaknya, melainkan seluruh rakyat di Indonesia merasakan dampak tersebut seperti: kemiskinan yang sangat banyak terjadi karena tindakan korupsi, stigma yang tidak baik dari masyarakat luas, bersifat menular karena bertujuan mencari keuntungan sangat cepat, merusak aparat ASN terutama di ruang lingkup Pemasyarakatan, dan sangat berpotensi melunturkan nilai prinsip etika yang tinggi.

Akuntabilitas saat ini mengacu pada kewajiban mereka berada untuk menjelaskan, membuatnya untuk dapat dimengerti, dan menerima tanggung jawab atas tindakan, keputusan dan kinerja. Pejabat memiliki tanggung jawab untuk bertindak sesuai standar dan komitmen yang dipublikasikan yang di bentuk peraturan perundang undangan, pedoman, prosedur, dan kebijakan yang berlaku. Etika atau moralitas dalam nilai -nilai pendidikan memiliki peran yang sangat penting.

Apakah ASN di Pemasyarakatan masih ada yang korupsi?

ASN yang berada di ruang lingkup pemasyarakatan saat ini sudah memiliki integritas yang tinggi, tetapi masih ada oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab dalam memanfaatkan situasi dan kondisi saat berada di lapangan untuk pungli dan lain – lain. Perlu adanya diselidiki oknum yang melakukan pungli dan korupsi sehingga meminimalisir ASN pemasyarakatan dalam tindakan Korupsi.

Bagaimana Pemasyarakatan dalam memberantas oknum yang melakukan tindak Korupsi?

Saat ini Pemasyarakat sendiri sudah banyak memiliki program – program dalam memberantas korupsi serta menumbuhkan jiwa integritas di setiap UPT di seluruh Indonesia. Seperti Program WBK (Wilayah Bebas Korupsi) yaitu program yang dibuat supaya di Unit Pelaksana Teknis tersebut bersih dalam tindakan korupsi. WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) yaitu diberikannya predikat di Unit Pelaksana Teknis tersebut telah bersih dalam melayani WBP dan masyarakat luas dengan memiliki moral yang tinggi dari petugas pemasyarakatan dan menanamkan jiwa integritas.

Apa program yang tepat dalam mencegah tindakan korupsi di Pemasyarakatan?

Program pencegahan anti korupsi saat ini di tanamkan sejak dini, karena nilai – nilai tersebut dapat membuat petugas atau ASN terhindar dari tindakan penyimpangan seperti korupsi, pungli, penyuapan, dan pencucian uang. Pemasyarakatan saat ini harus menanamkan 9 nilai menanamkan jiwa anti korupsi yaitu:

1. Kejujuran

Saat ini semua ASN di seluruh Indonesia maupun di bagian pemasyarakatan harus menanamkan nilai – nilai kejujuran, karena kejujuran merupakan kunci utama dalam sukses bekerja. Menciptakan perilaku jujur tersebut dapat mencegah terjadinya korupsi di lingkungan pemasyarakatan

2. Disiplin

Disiplin adalah sadar akan tingkah laku dan watak ASN, karena hal ini menumbuhkan kesadaran untuk membimbing diri menjadi lebih baik dalam menjalankan pekerjaan setiap hari.

3. Tanggung Jawab

ASN di Pemasyarakatan dalam hal ini harus memiliki tanggung jawab yang tinggi saat bekerja, supaya mencegah terjadinya tindakan korupsi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan.

4. Kerja Keras

Sikap dari kerja keras ini merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pekerjaan karena sikap kerja keras tidak mau mencari keuntungan secara instan yang menyebabkan terjadinya korupsi. 

5. Mandiri

Petugas pemasyarakatan mempunyai nilai kemandirian yang sangat tinggi supaya tidak mengandalkan narapidana ataupun orang lain dalam melaksanakan pekerjaan.

6. Peduli

Adanya rasa kepedulian antara petugas pemasyarakatan dengan lainnya, apabila terdapat seorang oknum petugas tersebut melakukan tindakan pungli maka diingatkan dan diberikan teguran supaya mengerti dampak buruk apabila melakukan tindak penyimpangan tersebut.

7. Berani

Berani dalam mengambil resiko dan tidak mau di suap uang oleh orang lain merupakan suatu sikap dalam menanamkan nilai dan jiwa integritas yang sangat tinggi. Tidak mudah membuat seorang tersebut berani dalam menanamkan nilai dan jiwa integritas tinggi.

8. Sederhana

Sebagai ASN sebaiknya tidak harus hidup dalam kehidupan yang sanga tinggi karena apabila semakin tinggi kehidupan seorang tersebut maka semakin besar tuntutan yang dicari. Sikap sederhana ini menanamkan moral bahwa sebagai petugas menanamkan jiwa sederhana karena sederhana membuat pekerjaan terasa tidak terbebani.

9. Adil

Tugas seorang Aparatur Sipil Negara adalah mempunyai sikap adil dalam bertugas, terutama di ruang lingkup pemasyarakatan, tidak ada memilih antara narapidana yang kaya dan miskin karena semua mempunyai martabat kemanusiaan yang tinggi.

Kita sebagai Petugas di lingkungan Pemasyarakatan harus menanamkan jiwa ataupun moral integritas terhadap diri sendiri, Korupsi saat ini semakin berkembang di negara Indonesia hal ini dapat menyebabkan kemiskinan kepada rakyat – rakyat di negeri ini, akuntabilitas dan transparansi dari petugas pemasyarakatan dapat mencegah terjadinya tindakan korupsi.

Bagaimana Pemasyarakatan dalam memberantas oknum yang melakukan tindak Korupsi?

Saat ini Pemasyarakat sendiri sudah banyak memiliki program – program dalam memberantas korupsi serta menumbuhkan jiwa integritas di setiap UPT di seluruh Indonesia. Seperti Program WBK (Wilayah Bebas Korupsi) yaitu program yang dibuat supaya di Unit Pelaksana Teknis tersebut bersih dalam tindakan korupsi. WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) yaitu diberikannya predikat di Unit Pelaksana Teknis tersebut telah bersih dalam melayani WBP dan masyarakat luas dengan memiliki moral yang tinggi dari petugas pemasyarakatan dan menanamkan jiwa integritas.

Taruna Utama Octha

COMMENTS

Nama

(Lombok Tengah),4,(Praya Tengah,3,5erkini,1,a,1,Aceh,111,Aceh barat,1,Aceh singkil,19,ACEH TENGAH,1,aceh timur,3,Aceh Utara,6,agam(Sumbar),13,Ambon,1,Amuntai,1,anambas-kepri,15,ASMAT,1,badau(kalbar),1,badung,1,bagansiapiapi,2,balai pungut Pinggir,1,balai raja pinggir,2,balangan,1,Bali,4,Balikpapan,2,Banda Aceh,27,bandar lampung,5,Bandung,36,Banggai,2,Bangka belitung,5,bangkinang,1,Banjarbaru,1,banjarmasin,6,Banjarnegara,2,banten,6,Banyumas,4,Banyuwangi,14,bappenas,6,BARABATU PANGKEP,1,Barito utama,1,barru,1,batam,240,batang,72,BATAVIA,1,Bathin Salopan,5,Batu Ampar,1,Batu Panjang Rupat,2,batubara,1,Batunyala,1,beirut,1,bekas,1,Bekasi,36,belawan,2,belitang,1,bengkalis,148,bengkayang,27,bengkulu utara,6,BERAU,4,berita terkini,564,Bima,1,bintan,67,Bireuen,173,bisnis,4,Blitar,1,BLORA,29,Bobong,1,Bogor,19,bojonegoro,1,bolmong,1,Bolmut,2,bondowoso,41,boyolali,1,Brang Ene(Sumbawa Barat),10,brebes,5,BUKITTINGGI,15,BULUNGAN,1,buol,2,Business,1,Calang,1,ciamis,3,Cianjur,3,Cikampek,1,Cikarang,6,cilacap,9,Cilegon,3,cimahi,1,Cirebon,8,daera,3,Daerah,291,Deli Serdang,5,Denpasar,6,depok,33,dewan pers,1,Donggala,4,DPI,2,DPRD Bekasi,28,DPRD Kab. Bekasi,11,dumai,14,Dungun Baru Rupat,1,duri,5,duri barat,1,Duri(Mandau),46,Ekonomi,57,entikong,12,Garut,65,Global,3,Gorontalo,195,Gowa,3,Gresik,3,Gunung kidul,1,Gunung Meriah,1,gunung puyuh,1,gunung sitoli,1,hamparan perak,1,Health Info,2,Humas Beltim,3,Humbahas,5,Hutan Panjang(Rupat),4,Indonesia,1,Indramayu,2,informasi,1,INHIL,1,inhu,2,Internasional,29,itali,1,Jagoi Babang,1,jakara,3,jakarta,770,jakarta barat,1,jambi,2,Janapria(Lombok Tengah),14,jateng,1,Jawa barat,1,Jawa tengah,1,Jayapura,20,Jember,16,Jembrana,1,Jeneponto,4,Jenggik Utara(Lombok timur),3,Jepara,7,Johannesburg,1,kab,1,Kab Bandung,69,kab. Bandung,2,Kab. Bekasi,29,Kab. Langkat,90,Kab. Mimika,24,kab. musi rawas,95,Kab. Pekalongan,4,kab. pemalang,6,kab. polman,6,Kab. Seluma,31,Kab. Wajo,1,kab.bandung,2,kab.bengkalis,10,kab.keerom(Papua),1,kab.kubu,2,kab.kubu raya(kalbar),308,kab.pemalang,3,Kab.Semarang,2,kab.sintang,8,kab.Tangerang,2,kab.Tegal,78,Kabar Rohul,2,Kabupaten Bireuen-Aceh,23,Kabupaten Pelalawan,1,kalbar,25,Kalembu Kaha(NTT),1,kalideres,1,kalimantan barat,8,kalimantan selatan,1,KALSEL,1,Kalteng,9,Kaltim,3,kampar,16,Kandangan,1,KAPUAS,2,Kapuas Hulu,4,karanganyar,2,karangasem,1,Karawang,35,Karimun-Kepulauan Riau,70,Katingan,11,kaur,2,Kebumen,1,Kementerian PPN/Bappenas,35,kendari,4,KENDARI(SULTRA),35,kepri,100,keprri,5,Keruak(Lombok Timur),2,kerumak,1,ketapang,5,Kotabumi,1,kotawaringin barat,1,Kotawaringin Timur,1,Kuala kapuas,11,kuala lumpur,1,Kuala Pembuang,20,kubu raya,29,Kulim Bathinsolapan,2,Kuliner,3,Kupang,3,Kutai Kartanegara,1,kutim,1,l,1,Lab. Wajo,1,labuhan batu,106,labuhan batu utara,2,labuhan haji,3,Labura,12,lamboya (NTT),1,lamongan,2,lampok(sumbawa barat),1,lampung,15,Lampung Selatan,5,Lampung Tengah,38,lampung utara,28,lampura,5,landak,5,landak(Kalbar),5,lando(Terara Lombok Timur),1,langkat,10,langsa,1,Lantamal V,718,lantamal x,218,lebak,4,lemo morut,1,lesung batu,1,Lhokseumawe,8,Lhoksukon,1,LINGGA,255,LOBOK TIMUR,1,LOMBOK,1,lombok barat,2,lombok tengah,76,Lombok timur,179,loteng,2,loteng(NTB),5,loteng),1,lubuk pakam,2,Lubuklinggau,33,Lumajang,35,Luwu,3,Luwuk Banggai,2,Maddaremmeng,1,Madina,1,Madiun,4,magelang,1,magetan,1,Majalengka,173,majene,41,makassar,19,malang,3,Maluku Utara,2,Mamberamo Raya,1,Mamuju,4,Manado,1,mancanegara,1,Manemeng (Sumbawa Barat),4,manokwari,5,marindal,1,Maros,69,mataram,8,mataram(ntb),5,Medan,87,Melawi,1,MELAWI(KALBAR),33,Mempawah,5,Mengkopot,4,Merangin,1,meranti,7,Merauke,2,MESUJI,6,metro lampung,1,MEULABOH,3,Minahasa,1,mojokerto,4,Montong Gading (Lombok Timur),2,Morowali,4,Morowali Utara,2,morut,4,muara,2,Muara Basung Pinggir,2,Muara Enim(Sumsel),37,muara teweh,1,Muko Muko,14,mukomuko,39,mukoq,1,Muna(Sultra),1,mura(sumbawa barat),1,MURATARA,161,murung jaya,1,musi banyuasin,17,musirawas,11,Nabire,1,nagan raya,3,Nanga Mahap,1,Nanga Pinoh,1,Nasional,40,Natuna(Kepri),16,News,187,Ngawi,1,nias selatan,5,NTB,21,nternasional,1,NTT,1,oku selatan,2,Oku Timur(Sumsel),9,Olahraga,1,opini,6,Otomotif,3,Pacitan,1,Padang,2,padang genting,1,padangsidempuan,3,Palangka raya,37,Palas,1,Palas (Lampung Selatan),3,palelawan,3,Palembang,26,palu,5,Pamekasan,1,Pandeglang,276,Pangandaran,20,Pangkep,1,Papua,18,papua barar,2,papua barat,6,Parepare,1,Parimo,5,Pariwisata,31,pasangkayu,9,Pasuruan,3,pekalongan,36,Pekanbaru,136,pelalawan,1,Pemkab Bekasi,17,PemkaPelalawan,1,Pemkot Bekasi,1,PEN Sdm,1,Pendidikan,51,Pengumuman,1,peristiwa,75,Pessel,1,Pidie,1,pidie jaya,2,Pilkada,6,pinggir,2,polda kalbar,1,Polda Kalteng,3,Polewalimamdar,1,Polewalimandar,3,Polhukam,158,politik,13,Polman Sulbar,30,polres Pekalongan,148,polres Sekadau,366,Polsek Belitang,21,Polsek Belitang Hulu,3,polsek Sekadau,3,Polsek Sekadau Hilir,5,Polsek Sekadau Hulu,6,Ponorogo,2,Pontianak,10,pontianak(kalbar),72,Poso,1,praya,2,Probolinggo,1,prov. Aceh,1,Prov.Papua,1,pulang pisau,2,puplis,1,Purwakarta,2,purwokerto,1,Purworejo,1,Pyongyang,1,rada,2,radar metro,898,ragam,5,rambah samo,2,Randublatung,2,Rasau Jaya,2,Regional,31,Rembang,1,Riau,21,rimo,1,Rohil,4,ROHUL,7,Rokan Hulu,71,rundeng,1,rupat,52,rupat utara,46,Sabas,1,saham,1,sakra barat,2,Sakra(Lombok Timur),4,Salatiga,1,samalanga,1,samarinda,9,sambas,21,sampang,42,sampit,1,sanggau,165,satbrimob,1,Sebanga Pinggir,2,sekadau,67,sekayam,3,selebritis,8,selopan,4,seluma,5,Seluma Utara,1,Semarang,7,seputihbanyak,1,serang,30,siak,13,Sidoarjo,16,Sigi,22,Simalungun,22,simeule,1,singkawang,9,singkil,2,sintang,8,slawi,2,Sleman,4,solapan,1,solo,1,Solok selatan,1,sorong selatan,11,subang,16,subulussalam,110,Sukabumi,58,Sulawesi Selatan,1,sulbar,1,sulsel,3,sULTENG,5,Sulut,1,Sumba Barat(NTT),8,sumbar,6,sumbawa barat,8,Sumedang,1,Sumenep,57,Sumsel,5,sumut,3,sungai kakap,3,SUNGAI RAYA,1,Surabaya,23,Taliabu.,38,taliwang(Sumbawa Barat),8,tambang,1,tanah datar,1,tangerang,7,Tangerang Selatan,2,Tanjabtim,1,Tanjung agung,1,tanjung batu,1,TANJUNG MEDANG,9,TANJUNG PINANG,1,tanjung pinang (Kepri),249,tanjung punak,2,tanjung selor,3,tanjung uban,7,TANJUNGPINANGKEPRI,1,Tapanuli Selatan,526,tapteng,2,TAREMPA(KEPRI),2,Tasikmalaya,6,tayan hilir,1,tayan hulu,1,tebing tinggi,9,Technology,12,Teekini,1,tegal,18,teluk kapuas,1,temajuk,2,TERKI,2,Terkin,5,Terkini,8727,TERKINIM,3,timika,8,tolikara,1,Tolitoli,10,Tubaba,2,tubabar,1,tulang bawang,62,Tulang Bawang Barat,16,tulang bawang barat (lampung),9,Tulangbawang,18,ujung batu,2,Waibakul-NTT,1,Waikabubak(NTT),5,Walla Ndimu(NTT),3,Way Kanan,127,Wonosobo,1,Yogyakarta,10,
ltr
item
Radar Metro: Mencegah Tindakan Korupsi di Ruang Lingkup Pemasyarakatan
Mencegah Tindakan Korupsi di Ruang Lingkup Pemasyarakatan
https://1.bp.blogspot.com/-xgKivzOS8Bg/X7fPhZJDxOI/AAAAAAAAXW8/coRLFw9fa4Uohai5wRTQEZPubpylSNZAwCLcBGAsYHQ/s320/IMG-20201120-WA0234.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-xgKivzOS8Bg/X7fPhZJDxOI/AAAAAAAAXW8/coRLFw9fa4Uohai5wRTQEZPubpylSNZAwCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG-20201120-WA0234.jpg
Radar Metro
http://www.radarmetro.net/2020/11/mencegah-tindakan-korupsi-di-ruang.html
http://www.radarmetro.net/
http://www.radarmetro.net/
http://www.radarmetro.net/2020/11/mencegah-tindakan-korupsi-di-ruang.html
true
9158309300093259471
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy