PENEBANGAN POHON AYOMAN PINGGIR JALAN NASIONAL PADA RUAS Jln MAGELANG-SEMARANG LAYAK DI PERTANYAKAN KEABSAHANYA-

Magelang, Radar Metro Dalam bebrp hari terakhir ini-di jln nasional pd ruas jln magelang-semarang terlihat aktifitas penebangan pohon ay...


Magelang, Radar Metro
Dalam bebrp hari terakhir ini-di jln nasional pd ruas jln magelang-semarang terlihat aktifitas penebangan pohon ayoman yg cukup layak di soroti pasalnya pohon2 yg di tebang tidak ada tanda2 keropos,miring dan mengangkat bahu jalan.

Tak pelak jika akhirnya memunculkan beragam prediksi negatif dari banyak pihak,jika pekerjaan tsb patut di duga ilegal dan sekaligus merugikan negara.

Terbukti menurut berbagai nara sumber yg berhasil di himpun awak media ini-di ketahui jika penebangan tsb terkesan semaunya sendiri tanpa mempertimbangkan aspirasi masyarakat --"penebangan tsb di lakukan pd hari jumat yg lalu (26/6/20)-oleh org yg saya tidak tahu namanya tapi katanya dari magelang-namun kenapa justru terkesan semaunya sendiri "katanya seraya menambahkan "terbukti pohon depan warung saya ini sudah kering dan keropos tetapi ternyata tidak di tebang meski saya sudah mengusulkan-namun justru mereka memilih menebang pohon yg kekar-lurus dan besar serta tidak membahayakan-makanya sebagai rakyat kecil,dalam hati saya bertanya-kenapa bisa seperti ini dan ada apa sebenarnya...?!

Mungkinkah pohon depan warung saya ini tidak menguntungkan secara ekonomis jika di tebang-atau memang ada alasan lain dari penebang-padahal jelas2-pohon itu membahayakan,takut roboh dan memakan korban...."paparnya.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Iskandar kades Soropadan yg mana 3 (tiga) pohon ayoman depan kantornya meski tidak ada tanda2 keropos,miring dan membahayakan-tiba2 di tebang bahkan dlm penebangan tsb-kami dari pemerintah desa jg tidak ada tembusan-shg dlm hal ini kami tidak tahu siapa penebangnya berikut pejabat yg memerintah serta berapa jumlah pohon yg di tebang.

Sementara ketika di konfirmasi secara terpisah Indra selaku PPK 3.3 melaluhi Teguh Santoso selaku pengawas lapangan jalan tsb menyatakan -"memang dlm beberapa hari kemarin kami ada kegiatan rampalan di ruas jalan tsb.

Bahkan dlm hal ini kegiatan tsb akan terus kita evaluasi-mengingat masih banyak pohon yang kelihatan subur namun akarnya keropos,begitupun sebaliknya --"katanya.

Ironisnya tatkala kegiatan tsb hanyalah rampalan kenapa ada penebangan...?!
Dan ketika di pertanyakan,apakah mekanisme penebangan beberapa pohon tsb sudah normatif dan prosedural...?!

Terlihat dirinya gugup dan tidak bisa menjawab--terlebih tatkala awak media ini mempertanyakan--berapa pohon yg telah di tebang-siapa penebangnya dan di mana pohon hasil tebangan tsb sekarang berada (di simpan)...?!

Mestinya sebagai pengawas lapangan mewakili PPK 3.3-drinya akan dgn mudah menjawab siapa penebangnya karena pasti ada interaksi intent yg di bangun oleh keduanya--makanya tatkala dia tidak tahu-jelas itu hanyalah alibi dlm menghilangkan jejak atas keterlibatanya dlm kegiatan yg yg patut diduga ilegal-begitupun dgn pertanyakan lainya-karena jika kegiatan penebangan pohon tsb normatif-maka semua tertuang dalam SPK (Surat Perintah Kerja) yg di keluarkan oleh pejabat berwenang baik jumlah dan peruntukanya.

Terlebih jika pohon ayoman merupakan aset negara-sehingga baik perorangan maupun korporasi dilarang menjual,memiliki,menguasai dan menyimpan,tanpa ijin-begitupun dgn pejabat yg lalai dalam melakukan pengawasan atau melakukan pembiaran di ancam baik dengan pidana penjara dan denda yang tidak sedikit.

Sayangnya sampai berita ini di turunkan Sumanto alias ipung selaku penebang blm bisa di konfirmasi baik terkait siapa pejabat yg memerintahkan dan berapa pohon yg telah di tebang berikut dgn keberadaan pohon2-tsb sekarang di simpan serta berapa jumlah uang jika pohon tsb di jual agar bisa di ketahui kerugian negara akibat perbuatanya karena hasil yg dia raup atas perbuatanya  selinear dgn kerugian negara yang harus di pertanggung jawabkan.

Mungkinkah penebangan tsb kerjasama antar pengawas dgn penebang-atau mkgn pekerjaan tsb merupakan kebijakan yg sistematis antara PPK,Pengawas dan penebang sbg indikator atas gurita KKN yg mencengkram kuat birokrasi dinegri ini. (suliyo)

COMMENTS

Nama

(Praya Tengah,3,Aceh,76,Aceh singkil,19,ACEH TENGAH,1,aceh timur,3,Aceh Utara,5,agam(Sumbar),12,Ambon,1,Amuntai,1,anambas-kepri,15,ASMAT,1,badau(kalbar),1,badung,1,bagansiapiapi,2,balai raja pinggir,2,balangan,1,Bali,4,Balikpapan,2,Banda Aceh,20,bandar lampung,5,Bandung,31,Banggai,2,Bangka belitung,5,bangkinang,1,Banjarbaru,1,banjarmasin,6,Banjarnegara,2,banten,6,Banyumas,4,Banyuwangi,11,bappenas,4,BARABATU PANGKEP,1,Barito utama,1,barru,1,batam,134,batang,8,BATAVIA,1,Batu Ampar,1,batubara,1,Batunyala,1,bekas,1,Bekasi,35,belawan,1,belitang,1,bengkalis,121,bengkayang,5,bengkulu utara,5,BERAU,4,berita terkini,562,Bima,1,bintan,39,Bireuen,132,bisnis,4,Blitar,1,BLORA,28,Bogor,14,bojonegoro,1,bolmong,1,Bolmut,2,bondowoso,25,boyolali,1,Brang Ene(Sumbawa Barat),10,brebes,5,BUKITTINGGI,12,BULUNGAN,1,buol,2,Business,1,Calang,1,ciamis,3,Cianjur,3,Cikampek,1,Cikarang,6,cilacap,9,Cilegon,3,cimahi,1,Cirebon,7,daera,3,Daerah,285,Deli Serdang,2,Denpasar,6,depok,16,dewan pers,1,Donggala,2,DPI,2,DPRD Bekasi,28,DPRD Kab. Bekasi,11,dumai,12,Dungun Baru Rupat,1,duri,3,duri barat,1,Duri(Mandau),25,Ekonomi,57,entikong,7,Garut,46,Global,3,Gorontalo,158,Gowa,3,Gresik,3,Gunung kidul,1,Gunung Meriah,1,gunung puyuh,1,gunung sitoli,1,Health Info,2,Humas Beltim,3,Hutan Panjang(Rupat),2,Indramayu,2,informasi,1,INHIL,1,Internasional,29,itali,1,Jagoi Babang,1,jakara,3,jakarta,696,jakarta barat,1,jambi,2,Janapria(Lombok Tengah),14,jateng,1,Jayapura,19,Jember,2,Jembrana,1,Jeneponto,3,Jenggik Utara(Lombok timur),3,Jepara,7,kab,1,Kab Bandung,69,Kab. Bekasi,29,Kab. Langkat,44,Kab. Mimika,24,kab. musi rawas,7,Kab. Pekalongan,3,kab. pemalang,6,kab. polman,6,Kab. Seluma,31,Kab. Wajo,1,kab.bandung,2,kab.bengkalis,3,kab.keerom(Papua),1,kab.kubu,1,kab.kubu raya(kalbar),207,kab.pemalang,3,Kab.Semarang,2,kab.sintang,6,kab.Tangerang,2,kab.Tegal,78,Kabar Rohul,2,Kabupaten Bireuen-Aceh,18,Kabupaten Pelalawan,1,kalbar,17,Kalembu Kaha(NTT),1,kalideres,1,kalimantan barat,6,kalimantan selatan,1,KALSEL,1,Kaltim,3,kampar,16,Kandangan,1,KAPUAS,2,Kapuas Hulu,3,karanganyar,2,karangasem,1,Karawang,35,Karimun-Kepulauan Riau,48,Katingan,6,kaur,2,Kebumen,1,Kementerian PPN/Bappenas,10,kendari,4,KENDARI(SULTRA),35,kepri,99,keprri,5,Keruak(Lombok Timur),2,kerumak,1,ketapang,5,Kotabumi,1,kotawaringin barat,1,Kuala kapuas,11,kuala lumpur,1,Kuala Pembuang,20,kubu raya,27,Kulim Bathinsolapan,2,Kuliner,3,Kutai Kartanegara,1,kutim,1,l,1,Lab. Wajo,1,labuhan batu,20,labuhan batu utara,2,labuhan haji,1,Labura,9,lamboya (NTT),1,lamongan,2,lampok(sumbawa barat),1,lampung,12,Lampung Selatan,4,Lampung Tengah,34,lampung utara,23,lampura,4,landak,5,landak(Kalbar),5,lando(Terara Lombok Timur),1,langsa,1,Lantamal V,544,lantamal x,147,lebak,3,lemo morut,1,Lhokseumawe,6,Lhoksukon,1,LINGGA,185,LOBOK TIMUR,1,LOMBOK,1,lombok barat,2,lombok tengah,47,Lombok timur,89,loteng,1,loteng(NTB),5,loteng),1,lubuk pakam,2,Lubuklinggau,22,Lumajang,35,Luwu,1,Luwuk Banggai,2,Madina,1,Madiun,4,magelang,1,magetan,1,Majalengka,141,majene,27,makassar,17,malang,3,Maluku Utara,2,Mamberamo Raya,1,Mamuju,4,Manado,1,mancanegara,1,Manemeng (Sumbawa Barat),4,manokwari,4,marindal,1,Maros,52,mataram,7,mataram(ntb),5,Medan,28,MELAWI(KALBAR),5,Mempawah,1,Mengkopot,4,Merangin,1,meranti,3,Merauke,2,MESUJI,4,MEULABOH,3,Minahasa,1,mojokerto,4,Montong Gading (Lombok Timur),2,Morowali,3,Morowali Utara,2,morut,4,muara,2,Muara Basung Pinggir,1,Muara Enim(Sumsel),26,Muko Muko,12,mukomuko,32,mukoq,1,Muna(Sultra),1,mura(sumbawa barat),1,MURATARA,123,murung jaya,1,musi banyuasin,1,musirawas,7,Nabire,1,nagan raya,2,Nasional,40,Natuna(Kepri),14,News,187,Ngawi,1,nias selatan,5,NTB,20,nternasional,1,oku selatan,2,Oku Timur(Sumsel),6,Olahraga,1,opini,6,Otomotif,3,Pacitan,1,Padang,2,padang genting,1,padangsidempuan,3,Palangka raya,16,Palas (Lampung Selatan),3,palelawan,3,Palembang,8,palu,4,Pamekasan,1,Pandeglang,212,Pangandaran,20,Pangkep,1,Papua,13,papua barar,2,papua barat,3,Parepare,1,Parimo,5,Pariwisata,31,pasangkayu,6,Pasuruan,3,pekalongan,16,Pekanbaru,95,pelalawan,1,Pemkab Bekasi,17,PemkaPelalawan,1,Pemkot Bekasi,1,PEN Sdm,1,Pendidikan,51,Pengumuman,1,peristiwa,72,Pessel,1,Pidie,1,pidie jaya,2,Pilkada,6,pinggir,2,polda kalbar,1,Polda Kalteng,3,Polewalimamdar,1,Polewalimandar,3,Polhukam,158,politik,13,Polman Sulbar,23,polres Pekalongan,44,polres Sekadau,229,Polsek Belitang,21,Polsek Belitang Hulu,1,polsek Sekadau,3,Polsek Sekadau Hilir,5,Polsek Sekadau Hulu,6,Ponorogo,2,Pontianak,10,pontianak(kalbar),47,praya,2,Probolinggo,1,prov. Aceh,1,Prov.Papua,1,pulang pisau,2,Purwakarta,1,purwokerto,1,Purworejo,1,Pyongyang,1,rada,2,radar metro,897,rambah samo,2,Rasau Jaya,1,Regional,31,Rembang,1,Riau,18,rimo,1,Rohil,2,ROHUL,6,Rokan Hulu,27,rundeng,1,rupat,43,rupat utara,35,saham,1,sakra barat,2,Sakra(Lombok Timur),4,Salatiga,1,samalanga,1,samarinda,9,sambas,4,sampang,36,sampit,1,sanggau,88,satbrimob,1,Sebanga Pinggir,2,sekadau,55,sekayam,3,selebritis,8,selopan,4,seluma,5,Seluma Utara,1,Semarang,6,serang,30,siak,10,Sidoarjo,16,Sigi,22,Simalungun,12,simeule,1,singkawang,6,singkil,2,sintang,7,slawi,2,Sleman,4,solapan,1,solo,1,Solok selatan,1,sorong selatan,9,subang,12,subulussalam,99,Sukabumi,55,Sulawesi Selatan,1,sulbar,1,sulsel,2,sULTENG,2,Sumba Barat(NTT),8,sumbar,6,sumbawa barat,8,Sumenep,39,Sumsel,1,sumut,3,sungai kakap,3,SUNGAI RAYA,1,Surabaya,20,Taliabu.,4,taliwang(Sumbawa Barat),8,tambang,1,tanah datar,1,tangerang,7,Tangerang Selatan,2,Tanjabtim,1,TANJUNG MEDANG,8,TANJUNG PINANG,1,tanjung pinang (Kepri),157,tanjung punak,1,tanjung selor,3,tanjung uban,3,TANJUNGPINANGKEPRI,1,Tapanuli Selatan,315,tapteng,2,TAREMPA(KEPRI),1,Tasikmalaya,3,tayan hilir,1,tayan hulu,1,Technology,12,Teekini,1,tegal,18,teluk kapuas,1,temajuk,2,TERKI,2,Terkin,5,Terkini,5818,TERKINIM,1,timika,8,tolikara,1,Tolitoli,8,Tubaba,2,tubabar,1,tulang bawang,45,Tulang Bawang Barat,13,tulang bawang barat (lampung),9,Tulangbawang,16,ujung batu,2,Waibakul-NTT,1,Waikabubak(NTT),5,Walla Ndimu(NTT),3,Way Kanan,73,Wonosobo,1,Yogyakarta,9,
ltr
item
Radar Metro: PENEBANGAN POHON AYOMAN PINGGIR JALAN NASIONAL PADA RUAS Jln MAGELANG-SEMARANG LAYAK DI PERTANYAKAN KEABSAHANYA-
PENEBANGAN POHON AYOMAN PINGGIR JALAN NASIONAL PADA RUAS Jln MAGELANG-SEMARANG LAYAK DI PERTANYAKAN KEABSAHANYA-
https://1.bp.blogspot.com/-fdNwSgaWs2Q/Xv8rdihES1I/AAAAAAACiik/Ck3gIPq2V0Ech6uY_jUH1-3AMP1Cz383gCLcBGAsYHQ/s320/WhatsApp%2BImage%2B2020-07-03%2Bat%2B19.32.28.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-fdNwSgaWs2Q/Xv8rdihES1I/AAAAAAACiik/Ck3gIPq2V0Ech6uY_jUH1-3AMP1Cz383gCLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2020-07-03%2Bat%2B19.32.28.jpeg
Radar Metro
http://www.radarmetro.net/2020/07/penebangan-pohon-ayoman-pinggir-jalan.html
http://www.radarmetro.net/
http://www.radarmetro.net/
http://www.radarmetro.net/2020/07/penebangan-pohon-ayoman-pinggir-jalan.html
true
9158309300093259471
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy